Ada Matematika dalam Al Qur’an

3 07 2008

Judul Buku : Ada Matematika dalam Al Qur’an
Penulis : Abdussyakir, M.Pd
Cetakan : I, April 2006
Penerbit : UIN-Malang Press
Tebal : x + 114 Halaman

Wacana tentang upaya mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu umum, akhiri-akhir ini semakin menarik untuk dikomentari. Dalam hal ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan strategis, salah satunya adalah dengan melakukan perubahan beberapa IAIN dan STAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Salah satu misinya adalah dengan hadirnya UIN diharapkan bangunan kurikulum dan konsep keilmuan yang dikembangkan adalah ilmu pengetahuan yang diintegrasikan dengan agama dan moralitas. Tetapi untuk dapat mewujudkan itu semua tentunya tidak cukup hanya satu atau dua tahun, melainkan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal ini disebabkan untuk melaksanakan agenda besar tersebut harus melakukan rekontruksi bangunan keilmuan yang telah ada.

Saat ini buku-buku yang berusaha mengintegrasikan ilmu dan agama mulai bermunculan. Baik itu buku yang masih bersifat wacana, kumpulan ide atau gagasan, hingga yang sudah aplikatif. Di bidang matematika misalnya ada KH. Fahmi Basya (Dosen Matematika Islam UIN Jakarta) telah menulis buku yang berjudul Matematika al-Qur’an dan Matematika Islam, dan di bidang-bidang lainnya semisal psikologi Islam, Ekonomi Islam, dan lain sebagainya.

Buku yang berjudul “Ada Matematika dalam al-Qur’an” ini merupakan buku yang berusaha membuktikan bahwa sebenarnya al-Qur’an itu tidak hanya berbicara mengenai shalat, puasa, zakat saja melainkan juga mengkaji tentang ilmu pengetahuan khususnya matematika. Buku ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan buku yang telah ada sebelumnya yang ditulis KH Fahmi Basya. Namun yang menjadi nilai plus buku ini adalah Abdussyakir sebagai penulisnya membahasa lebih detail tentang konsep matematikanya. Dengan demikian kajian/penelitian yang dilakukannya memang benar-benar sesuai dengan konsep atau teorema yang terdapat dalam matematika.

Buku ini terdiri atas tiga bagian. Pada bagian pertama penulis mencoba menjelaskan dan memaparkannya adanya struktur matematika dengan sangat rinici dan teliti yakni mengenai keteraturan jumlah penyebeutan kalimat, kata, bahkan huruf di dalam al-Qur’an yang akhirnya mengarah pada kelipatan bilangan 19. Lebih lanjut, dengan ditemukannya bilangan 19 ini penulis memperkuat argumennya dengan memberikan penjelasan angka 19 yang ditinjau berdasarkan nilai numeric dan secara matematis.

Pada bagian kedua, penulis mencoba menjelaskan bahwa dari al-Qur’an dapat dikembangkan beberapa konsep (bukan semuanya) dasar matematika. Penjelasan bagian kedua ini mengajak pembaca untuk berpikir sekaligus mengakaui bahwa pada hakekatnya matematika itu terdapat dan dapat dikembangkan dengan bersumber dari al-Qur’an. Di antaranya konsep matematika yang dipaparkan oleh penulis adalah tentang himpunan dan operasi himpunan, bilangan dan operasi bilangan, himpunan bilangan dan system bilangan, perbandingan, fungsi, dan persamaan garis serta estimasi.

Sedangkan untuk bagian ketiga penulis memberikan gambaran nyata tentang bagaimana memahami al-Qur’an melalui matematika. Menurut penulis ada hal-hal tertentu dalam kehidupan yang hanya dapat diselesaiakan melalui bantuan matematika. Dalam buku ini memberikan contoh untuk menyelesaikan perhitungan pada faraidh, lamanya Nabi Nuh tinggal dengan kaumnya, serta lamanya Ashhabul Kahfi tertidur dalam gua.

Dengan hadirnya buku ini, kiranya akan dapat memberikan kontribusi positif untuk meraih kembali kejayaan Islam masa lalu sehingga tercipta peradaban yang berbasis Qur’ani. Buku ini akan terus memberikaninspirasi bagi umat Islam untuk selalu mengkaji ilmu dari berbagai disiplin yang kemudian diintergrasikan dengan al-Qur’an. Oleh sebab itu buku ini tentunya sangat membantu bagi kalangan mahasiswa matematika khususnya mahasiswa yang ingin mengintegrasikan dengan agama. ahwa dari al-Qur’enulis mencoba menjelaskanitinjau berdasarkan nilai numerik aal-Qur’atika dengan sangat rinici dan teliti yak.

Malang, 14 Juni 2006
Peresensi adalah mahasiswa Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang saat ini sedang menyelesaikan penelitiannya yang berjudul “Perbandingan Metode Fuzzy C-Means (FCM) dan Fuzzy Substractive Al-Qur’an Untuk Menentukan Clustering Fuzzy Data Jumlah Ayat dan Makna Allah dalam Al-Qur’an”.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: