Awal Penciptaan Alam Semesta

3 07 2008

Pernah tidak kita berpikir tentang bagaimana alam semesta diciptakan??mungkin banyak jawaban bila pertanyaan ini dilontarkan. Terlepas dari semua jawaban yang akan keluar. Sekarang kita akan melakukan perjalanan sejenak ke masa lampau dengan mesin waktu fiktif kita, karena dengan kita sedikit berfikir tentu akan pula menambah cara pandang kita kepada dunia.

Sebenarnya banyak sekali ilmuwan dan filsuf yang ingin menjelaskan bagaimana alam semesta itu berasal. Seorang filsuf jerman yang bernama Immanuel Kant menjelaskan bahwa alam semesta ada selamanya dan bahwa setiap kemungkinan apapun, meskipun mustahil, harus dianggap mungkin. Sebenarya ini bukanlah pandangan baru. Pemikiran ini pernah dicetuskan oleh democritus dan memang diterima luas pada waktu itu.

Namun Seorang fisikawan rusia Alexandra Friedman pada tahun 1922 dalam perhitungannya menghasilkan sebuah temuan mengejutkan, dia menyimpulkan bahwa alam semesta tidaklah statis, artinya sebuah impuls kecil sudah mampu untuk membuat alam semesta ini mengerut ataupun mengembang. Berdasarkan hasil penghitungan Friedman, George Lemaitre seorang ahli astronomi belgia menyangkal apa yang dikatakan Immanuel Kant yang menyatakan alam semesta ini statis. Lemaitre, menyatakan bahwa alam semesta mempunyai permulaan dan bahwa ia mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Dia juga menyatakan bahwa tingkat radiasi (rate of radiation) dapat digunakan sebagai ukuran akibat (aftermath) dari “sesuatu” itu.

Tahun 1929 Edwin Hubble di Observatorium Mount Wilson California membuat penemuan astronomi yang menjadi bukti dari pernyataan Friedman dan Lemaitre. Ia menemukan dalam pengamatannya bahwa bintang – bintang cenderung ke arah spektrum merah. Dalam Fisika kita tahu bahwa spektrum berkas cahaya yang menjauhi bumi cenderung ke arah merah. Ini menimbulkan kesimpulan bahwa bintang – bintang ini menjauhi bumi. Bukan hanya itu Hubble juga menemukan bahwa bintang – bintang itu ternyata saling menjauh satu dengan lainnya. Jadi kesimpulan dari penemuan yang diperoleh hubble adalah bahwa alam semesta ini tidaklah statis tapi mengembang seiring dengan waktu.

Lalu apa hubungannya mengembangnya alam semesta dengan awal jagad raya???Jika alam semesta semakin besar sejalan dengan waktu. Maka bila kita mundurkan waktu kita akan mendapati alam semesta akan mengerut. Terus mengerut sampai suatu titik tertentu. Titik ini berkerapatan tak hingga dan volume nol. Titik ini memiliki gaya gravitasi yang tak hingga besarnya. Titik nol ini sama dengan “tidak ada” karena sains memang tidak mengenal materi yang bervolume nol

Jadi kesimpulannya Alam semesta kita muncul dari hasil ledakan massa dan gaya gravitasi yang tak hingga yang mempunyai volume nol ini. Ledakan ini bernama “Big Bang” atau Ledakan Besar. Sebuah fakta lain yang kita temukan disini adalah bahwa ternyata alam semesta ini memiliki awal dan juga akhir dan mengembang seiring dengan waktu.

Einstein melakukan kesalahan besar dalam hidupnya dengan mempertahankan teori keadaan tetap. Sebenarya perhitungan yang dia lakukan menunjukkan bahwa alam semesta ini tidak statis.namun dia menambahkan apa yang disebut konstanta kosmologi dalam persamaannya demi mempertahankan teori keadaan tetap. Namun pada akhirnya dia mengakui bahwa ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya

Lalu bagaimana dengan waktu???Tentu waktu itu tidak ada bila materi tidak ada. Menurut teori relativitas, ruang-waktu adalah dinamis, dan bergantung pada distribusi materi dan energi. ruang-waktu adalah relasional, bukan absolut. jika semua materi dihilangkan, tidak ada yang tersisa – tidak ada ruang-waktu jika tidak ada materi. Ruang-waktu tidaklah eksis dengan sendirinya, tapi ruang-waktu adalah network dari hubungan dan perubahan.

Dari sini kita bisa merenung tentang kebenaran bahwa alam semesta ini memang diciptakan dari ketiadaan dan memiliki awal dan juga akhir. Siapakah yang menciptakan alam semesta ini?? seluruh pemikiran kita akan tertuju pada satu Dzat yang Maha Pencipta, yang tidak memiliki awal ataupun akhir, Dia adalah ALLAH yang Maha Bijaksana dan Tidak terbatas pengetahuannya

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesung-guhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzaariyat, 51: 47)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: