Kisah Masuk Islam H.F. Fellows (Inggris)

17 07 2008

Saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya dalam Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dan saya turut serta dalam perang dunia pertama tahun 1914 dan perang dunia kedua tahun 1939.

Di lautan orang tidak mungkin dapat menghindarkan diri dari keganasan alam, ditambah dengan kekuatan dan kemampuan alat-alat perlengkapan perang yang efisien abad kedua puluh. Contoh yang mudah ialah kabut dan angin ribut, merupakan tambahan bahaya di waktu perang.

Pada kami ada sebuah buku yang bernama “Queen’s Regulations and Admiraly Instructions” : Buku ini berisi ketentuan-ketentuan buat opsir-opsir dan tentara bawahan, penjelasan mengenai penghargaan, baik dalam bentuk promosi atau tanda penghargaan berkelakuan baik, kepangkatan dan pensiun. Di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan terperinci tentang batas tertinggi hukuman-hukuman yang bisa dikenakan atas pelanggaran disiplin Angkatan Laut, termasuk di dalamnya segala hal yang bersangkutan dengan segala segi kehidupan selama bertugas di dalamnya. Dengan mengikuti/mentaati segala instruksi yang terkandung dalam buku tersebut, sebahagian besar para anggota Angkatan Laut telah digiring ke arah perangai yang teratur, cepat dan berkemauan tinggi.

Saya bisa mengatakan bahwa Al-Qur’anul-Karim adalah sesuatu yang sangat berharga, bahkan kalau boleh saya katakan, adalah satu-satunya Kitab yang bernilai paling tinggi, berisi ajaran-ajaran Allah Rabbul-‘Alamin untuk semua orang, wanita dan anak-anak di muka bumi.

Sebelas tahun yang lalu saya bekerja sebagai tukang kebun. Pekerjaan ini juga membuktikan tentang ketergantungan manusia kepada Tuhan. Jika anda bekerja sesuai dengan perintah-perintah Tuhan, Dia akan menolong anda dan kebun anda akan berkembang dengan baik. Sebaliknya, jika anda tidak mengindahkan hukum-hukumNya, maka kegagalan menanti sebagai hadiahnya.

Ramalan-ramal;an para ahli cuaca dan iklim tidak selalu benar. Kalau dalam beberapa hal mereka benar, maka dalam hal-hal lain mereka tidak benar.

Saya percaya bahwa Al-Qur’anul-Karim itu adalah firman Allah s.w.t. dan sesungguhnya Allah s.w.t. telah memilih Rasul-Nya, Muhammad s.a.w. supaya menyampaikan Risalah ini kepada manusia semuanya.

Agama Islam cocok dengan kehidupan di dunia ini. Islam adalah agama yang mudah dan luas, tidak mengandung peraturan-peraturan yang tidak bisa dimengerti. Dan peribadatan Islam dalam berbagai bentuknya akan menimbulkan keikhlasan yang mendalam.

Saya lahir dan dibesarkan sebagai orang Kristen di negara Kristen, dan kebiasaan-kebiasaan Kristen telah berakar kuat dalam jiwa saya, sehingga tidak mungkin mencabutnya atau melepaskan diri dari padanya, kecuali dengan adanya dorongan yang sangat kuat. Dalam hubungan ini saya harus menegaskan bahwa dorongan itu terpancar dari dalam jiwa saya sendiri. Dan walaupun segala persoalan saya dapat dijawab, tidak ada seorangpun yang menyarankan supaya saya memeluk agama Islam.

Dasar-dasar kepercayaan Islam dan Kristen itu sama, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuat jelasnya segala persoalan.

Disebabkan keyakinannya bahwa gereja Kristen ada mengandung banyak kepercayaan dan peribadatan-peribadatan keberhalaan, akhirnya Luther memulai pemberontakannya terhadap gereja yang berakibat adanya perubahan dan pembentukan dasar Protestan.

Ratu Elisabeth I pada waktu negaranya berada di bawah tekanan Gereja Katolik Roma di Spanyol, dan pada waktu bersamaan, negara-negara Eropa Tengah berada di bawah tekanan Kerajaan Usmaniah (Ottoman Empire), maka terbentuklah persamaan tujuan Islam dan Protestan melawan keberhalaan. Akan tetapi jelas bahwa Martin Luther tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa sebelum dia mulai dengan gerakannya, sembilan abad yang lalu, Rasulullah Muhanunad s.a.w. telah lahir untuk mengoreksi segala kepercayaan yang salah. Dan hal itu tidak hanya tertuju kepada agama Kristen saja, tapi juga terhadap semua agama langit yang terdahulu. Dalam pada itu, maka gerakan perbaikan yang dipimpin oleh Martin Luther itu tidak menghapuskan semua kepercayaan keberhalaan dan peribadatan dalam agama Kristen. Apa yang dikerjakannya hanya merupakan babak baru dari kekakuan dan fanatisme yang terus menerus tanpa batas sampai sekarang.

Baik juga dikemukakan bahwa pada waktu mahkamah-mahkamah Inkuisisi di Spanyol (Spanish Inquisition) sangat kaku dan menimbulkan pertumpahan darah, justru Islam menunjukkan toleransinya dan jauh dari fanatisme Chauvinisme. Malah orang-orang Yahudi yang merasa tertekan di Spanyol pada mengungsi ke Turki, sehingga mereka menjadi aman dan selamat.

Nabi Isa a.s. telah memerintahkan kepada kita supaya mengikuti Wasiat Sepuluh (The Ten Commandement) yang diturunkan kepada Musa a.s. di gunung Tursina. Wasiat pertama ialah: “Sesungguhnya Aku ini Allah, Tuhan kamu. Maka janganlah menjadikan Tuhan selain Aku.” Wasiat pertama ini dikompromikan dengan kepercayaan penebusan (Doctrine of Atonement), dimana terdapat pengertian bahwa kesetiaan kepada Kristus melebihi kesetiaan kepada Tuhan, karena Kristus akan memberi syafa’at (pembelaan) kepada kita pada hari kiamat. Dalam pada itu maka orang-orang Kristen percaya bahwa Kristus itu penjelmaan Tuhan (God Incarnate).

Saya selalu menggambarkan Tuhan itu sebagai penunjuk ummat manusia, bersifat pemaaf, pengasih dan adil

Berdasarkan kepercayaan inilah, maka manusia sanggup menenangkan dirinya menghadapi keadilan dan kasihnya, rahmat-Nya sambil melaksanakan segala tugas yang diberikan kepadanya.

Anda bertanggung jawab selama hidup tentang segala amat perbuatan anda sendiri. Jika anda seorang accountant dan anda menipu dalam cara anda menghitung, anda pasti akan dijebloskan ke penjara. Dan jika anda mengendarai mobil terlalu cepat di atas jalanan yang licin, mobil anda pasti slip dan mendapat kecelakaan. Dan sebagainya.

Semua itu adalah kesalahan anda, karena andalah yang melakukannya. Akan tetapi dengan sikap pengecut anda ingin melemparkan tanggung jawab kepada orang lain.

Saya tidak percaya bahwa kita (manusia) dilahirkan dalam keadaan berdosa, sebab hal itu bertentangan dengan athifah (sentimen) suci dari pada anak-anak. Pengalaman mengajarkan kepada saya bahwa salah satu tabi’at manusia yang normal ialah mempunyai keinginan menggembirakan orang lain, selama orang lain itu bukan orang yang tidak disukai, bahwa anak-anak itu menghormati pikiran-pikiran orang tua dan guru-guru mereka bahwa orang-orang dewasa menghormati pikiran dan pendapat atasan mereka dan mereka bergembira bila berkesempatan menolong tetangga mereka. Akan tetapi kadang-kadang kita merasakan, karena satu dan lain sebab, kemarahan yang sangat, sehingga terpaksalah kita menyiksa seseorang atau merusak sesuatu benda. Tingkat-tingkat perbuatan ini berbeda-beda berat atau ringannya, berbeda pula tenggang waktu terjadinya. Pada waktu kita memenuhi ajakan rasa marah itu, kita tambah berdosa. Sebagai misal ialah permainan olah raga. Jika seorang pemain menyalahi peraturan permainan, wasit tentu menghukum dia sebagai balasannya. Berdasarkan contoh ini, kita berpendapat bahwa kepercayaan yang mengatakan bahwa Kristus memikul dosa manusia itu adalah suatu kepercayaan yang berputar balik dan tidak masuk akal. Kita tidak mengerti kalau kita yang berbuat dosa, tapi Yesus yang harus disiksa!

Wasiat yang kedua (the second Commandement) dari yang sepuluh itu dimulai dengan kata-kata: “Janganlah engkau membuat patung berukir untuk dirimu.” Selanjutnya wasiat kedua ini menyatakan: “Janganlah membungkukkan diri dan menyembah kepadanya.” Akan tetapi banyak sekali gereja-gereja dan katedral-katedral yang memancangkan patung-patung itu di altarnya dan praktis orang-orang menyembahnya.

Saya sering merasa kaget, bagaimana Hidup, Wafat dan Kebangkitan Yesus itu tidak berpengaruh apa-apa secara langsung terhadap penduduk Palestina pada waktu itu yang terdiri dari orang-orang Yahudi, orang-orang Romawi dan lain-lain. Karena dari sejarah yang saya baca jelas bahwa riwayat hidup Yesus itu tidak berpengaruh apa-apa terhadap para penyerangnya. Dan waktu saya belajar di sekolah, saya tidak mempelajari selain ayat-ayat Injil, dan telah beberapa abad yang lalu agama Kristen menghadapi perlawanan, sampai akhirnya agama Kristen menjadi kuat dan terbesar. Di situlah juga saya mempelajari sejarah Hidup Muhammad Rasulullah s.a.w., kemenangan-kemenangannya dan kepercayaan Islam yang terbesar. Akan tetapi tidak ada keterangan tentang segi-segi kejiwaan Islam.

Antara tahun 1919 dan 1921 saya bertugas di Angkatan Laut dalam kapal-kapal yang ditempatkan di perairan Turki. Hal itu telah mendorong perhatian saya terhadap Islam. Pernyataan Syahadat pokok dalam agama ini berbunyi “Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur-Rasulullah” telah menggugah perhatian saya terhadapnya. Lalu saya membeli beberapa buah buku tentang Islam, akan tetapi kebanyakan isinya saya lihat memberatkan Islam. Sebab cara hidup khalifah-khalifah Turki dalam tiga abad terakhir dan korupsi yang dilakukan oleh kaum politisi dan para pejabat pemerintahannya telah memberikan pandangan buruk terhadap Islam. Oleh karena itu maka perhatian saya terhadap Islam mulai luntur secara berangsur-angsur. Akan tetapi keimanan saya kepada Allah tetap, hanya saja keimanan yang pasif.

Sejak setahun yang lalu, perhatian saya terhadap Islam datang lagi dan kembali pula saya membahasnya. Saya mengirim surat kepada Missi Islam, sehingga saya dikiriminya beberapa buah buku yang dikarang oleh para pengarang Muslim. Buku-buku itu menunjukkan kekeliruan-kekeliruan orang-orang Barat dalam memahami Islam, pemalsuan dan perubahan yang mereka lakukan terhadap ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. Saya baca dalam buku ini tentang kebangkitan kembali kaum Muslimin sesudah mereka tidur lelap beberapa abad lamanya, tentang gerakan-gerakan pembangunan yang aktif yang menunjukkan kembalinya Islam kepada kesuciannya dahulu di bawah sinar kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan modern yang dengan mana Islam cocok sepenuhnya.

Baru-baru ini beberapa surat kabar melaporkan pernyataan-pernyataan para filosof dan pengarang yang pokoknya mengemukakan bahwa agama-agama sekarang telah ketinggalan zaman. Saya yakin bahwa kata-kata mereka seperti itu berasal dari keraguan orang-orang Barat terhadap agama Kristen. Mereka yang –menurut pengakuannya– pengatur pembangunan (reformers) sebenarnya telah terjatuh ke jurang kesalaban yang sama seperti yang telah dilakukan oleh Martin Luther sebelumnya. Sebab Islam adalah suatu agama yang telah membuktikan segala kegairahan pembangunan, berdiri tegak dan nyata di hadapan kita.

Adalah suatu paradox, jika anda tidak pernah datang ke gereja, orang tidak ambil pusing dan tidak berkata apa-apa tentang anda. Akan tetapi jika anda menjadi seorang Muslim, maka jadilah anda dalam pandangan mereka, paling sedikitnya, seorang yang aneh (eccentric).

Singkatnya cerita, saya telah memeluk agama Islam. baik dalam teori maupun dalam praktek dan dalam segala keadaan. Hilang lenyaplah segala keraguan dan pikiran-pikiran saya yang salah, dan tenanglah pikiran saya, bahwa sesungguhnya Islam itu –tanpa ragu-ragu-adalah jalan yang lurus (the right path) Kita mohon bimbingan Allah di atasnya dan bahwa Islam akan tetap untuk selamanya merupakan jalan yang lurus.

Mengapa Kami Memilih Islam
Oleh Rabithah Alam Islamy Mekah
Alih bahasa: Bachtiar Affandie
Cetakan Ketiga 1981
Penerbit: PT. Alma’arif, Bandung


Aksi

Information

One response

17 07 2008
realylife

Subhanallah , maha Suci Engkau Ya Allah , yang telah memberikan hidayah pada kami semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: