MALAM LAILATUL QODAR

24 09 2008

Bismillahirrohmanirrohim Alhamdulillah, washolatu wasallam `ala Rosulillah.

Allah berfirman : Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada lailatul Qadar, tahukah engkau apakah lailatul Qadar itu ? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” (Al-Qadr : 1-5]

Al Qadr artinya asy-Syarfu wat Ta’dzim (mulia dan agung) dan juga memiliki arti at-Taqdir wal Qadla’ (ketetapan dan keputusan). Disebut demikian karena malam itu merupakan malam yang mulia dan agung yang pada malam tersebut Allah menetapkan berbagai perkara penuh hikmah yang terjadi sepanjang tahun. Allah berfirman : Haa Miim. Demi Kitab (al-Qur’an) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami, sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rosul-rosul•h (AdDukhoon : 1-5)
Keutamaan Lailatul Qodr
– Malam turunnya AlQuran secara sekaligus ke baitul izzah di langit dunia malam itu lebih baik daripada seribu bulan dalam hal kemuliaan, keutamaan dan banyaknya pahala.
– Malaikat-malaikat turun, sedang malaikat tidaklah turun kecuali membawa kebaikan, berkah dan rahmat.
– Rizki, Ajal, takdir satu tahun ditetapkan (lihat AdDukhon:4) Rosulullah sholallahu `alayhi wasallam bersabda” Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]
– Malam yang penuh dengan keselamatan karena banyak orang yang diselamatkan dari siksa dan azab disebabkan mereka melakukan berbagai macam ketaatan pada Allah Dan begitu banyak keutamaan-keutamaan lainnya.
Lailatul Qadr ada di sepuluh akhir ramadhan Lailatul Qadr ada pada sepuluh akhir Ramadhan, berdasarkan sabda Nabi saw, “Carilah Lailatul Qadr di sepuluh malam akhir pada bulan Ramadhan.” (Muttafaqun `alaih)
Dan kemungkinan terjadi pada malam-malam yang ganjil lebih besar daripada malam-malam yang genap, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, “Carilah lailatul qadr itu pada malam yang ganjil pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan.” (HR. al-Bukhari)

Dan lebih mendekati lagi adalah pada tujuh malam terakhir berdasarkan hadits dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bermimpi melihat Lailatul Qadr terjadi pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Aku melihat bahwa mimpi kalian adalah benar pada tujuh malam terkahir. Maka barang siapa mencarinya maka hendaknya dia mencari pada tujuh malam terakhir.” (Muttafaq alaih). Dan dalam riwayat Muslim Nabi bersabda, “Carilah ia pada sepuluh malam terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lelah atau lemah maka jangan sampai terlewatkan pada tujuh malam yang tersisa.”

Dan di antara tujuh malam terakhir yang paling mendekati adalah pada malam ke dua puluh tujuh. Ini berdasarkan perkataan Ubay bin Ka’ab dia berkata, ” Demi Allah sungguh aku mengetahui mana malam yang pada malam itu kita semua diperintahkan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam untuk melakukan shalat malam, yaitu malam dua puluh tujuh.” (HR Muslim). Sesungguhnya Rosulullah sendiri akan memberitahukannya tetapi “Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan dan lima)” [Hadits Riwayat Bukhari 4/232] Hikmah dirahasiakannya lailatul qadr Karena perdebatan kedua orang sahabat tersebut maka Rosulullah tidak jadi memberitahukan kapan malam lailatu Qodar. Allah Subhannahu wa Ta’ala merahasiakan kapan terjadinya lailatul qadr kepada hamba-hamba-Nya tidak lain adalah sebagai
rahmat bagi mereka agar mereka banyak-banyak mengerjakan amal kebaikan dalam rangka mencari malam itu. Yaitu dengan banyak melakukan shalat, dzikir, do’a dan lain-lain sehingga terus bertambah kedekatan nya kepada Allah , dan bertambah pula pahala mereka. Allah juga merahasiakan itu sebagai ujian agar diketahui siapakah yang sungguhsungguh di dalam mencarinya dan siapa yang bermalas-malasan dan meremehkannya. Karena orang yang berkeinginan mendapatkan sesuatu maka dia pasti akan bersungguh- sungguh untuk memperolehya, tanpa mempedulikan rasa letih dalam rangka menempuh jalan untuk mencapainya. Kalau diketahui bisa jadi banyak yang hanya beribadah pada malam tersebut saja. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar.? – Lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya” [Hadits Riwayat Muslim 1174]
– Bangun mendirikan sholat, menghidupkan malam dengan ibadah-ibadah dan ketaatan. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha. •hAdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencanngkan kainnya [Menjauhi wanita (yaitu istri-istrinya) karena ibadah, menyingisngkan badan untuk mencarinya] menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/233 dan Muslim 1174]
– Memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, (dia) berkata : “Aku bertanya, “Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah :”Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul afwa fa’fu’annii”(Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku) (Hadits Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850)
– I`tikaf. Rosulullah bersabda•h sesungguhnya ia (lailatul qodr) itu pada sepuluh terakhir. Maka barangsiapa yang hendak beri`tikaf hendaklah ia beri`tikaf•h(HR Muslim). adapun yang dimaksud i`tikaf adalah berkonsentrasi melakukan ketaatan kepada Allah didalam masjidNya, untuk mencari karuniaNya, dan mendapatkan lailatul qodr.

Tanda-Tanda lailatul qodr
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.
Dari ‘Ubay Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.”Artinya : Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi” [Hadits Riwayat Muslim 762]

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan” [Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486, sanadnya Hasan] Ya Allah jadikanlah kami orang yang mampu berpuasa ramadhan, mendapatkan lailatul qodr dan beruntung memperoleh pahala yang besar.

Diambil dari :
– Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, M Nasib ArRifa`i
– Sifat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid,
– Majelis Ramadhan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih AlUtsaimin

kontribusi oleh Ahmad Iqbal


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: