Penciptaan Alam Semesta siterangkan dalam Al-Qur’an

20 11 2008

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur’an pada ayat berikut:

“Dialah pencipta langit dan bumi.” (Al Qur’an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

Sumber : http://www.keajaibanalquran.com





Bentuk Bulat Planet Bumi diterangkan dalam Al-Qur’an

18 11 2008

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

Sumber : http://www.keajaibanalquran.com





TANDA-TANDA DATANGNYA DAJAL

29 10 2008

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka,
Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi
yang akan mengatakan kepada mereka
bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
(an-Naml:82).

Gerakan zionisme Dajal tidak hanya menguasai perekonomian dan moneter dunia, namun juga menguasai teknologi dan jaringan spionase global. Mereka juga “menyusup” ke dalam bidang agama, moral, dan budaya. Mereka memanfaatkan celah-celah dogmatis yang bisa ditafsirkan sedemikian rupa, serta membuat penafsiran Alkitab sesuai keinginannya. Bahkan, menyisipkan kebohongan dan khayalan-khayalan dengan mengaku-aku bahwa hal itu seakan-akan datangnya dari Allah.

Salah satu bidang agama yang disusupnya adalah menafsirkan datangnya Mesiah serta penentuan waktu akhir dunia. Dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dikisahkan tentang persamaan antara Nabi Ilyas a.s. dan Nabi Isa a.s. Kedua nabi tersebut naik ke langit dan akan turun menjelang “harri Tuhan” (kiamat).

Dalam kitab Injil Perjanjian Lama II Raja-raja 2:11, diterangkan tentang Nabi Ilyas:
Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke surga dalam angin badai.”

Dalam kitab Injil Perjanjian Lama Maleakhi 4: 5 diterangkan, “Sesungguhnya aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu.

Juga tentang kedatangan kembali nabi Ilyas dapat dibaca pula pada kitab Matius 17:10 dan Lukas l:17.

Di samping harapan akan turunnya kembali Nabi Ilyas (Elia) dan Nabi Isa, berbagai tanda telah dinubuatkan oleh Injil Perjanjian Baru (Wahyu 13) di antaranya:
Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh, di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.” (Wahyu 13:1).

Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehdupan dari Anak Domba yang telah disembelih…” (Wahyu 13: 8)

Yang penting di sini ialah hikmat barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” (Wahyu 13: 18).

Anda pasti sangat tertarik bila berbicara tentang hari kiamat, yaitu tentang kekacauan, kegetiran, serta ramalan-ramalan tentang nasib manusia. Dan minat Anda tersebut akan terpuaskan bila mendengarkan kisah-kisah tentang ramalan-ramalan serta berbagai penafsirannya, yang didasarkan pada asumsi rasional atau pseudo-rational:

Dalam kaitannya dengan hari kiamat ini, kita pun mengenal kepercayaan akan datangnya al-Masih ad-Dajal dan turunnya Nabi Isa a.s. yang akan membunuh Dajal dan kemudian memimpin umat manusia untuk memeluk agama Islam. Namun dalam pembahasan ini tidak akan dibahas tentang Imam Mahdi, Ya’juj dan Ma’juj, atau Gog dan Magog, melainkan akan dibahas sekitar Almasih Isa a.s. serta ad-Dajal yang banyak ditanyakan oleh umat dalam majelis-majelis, diantara pertanyaan tersebut, yaitu sebagai berikut.

Tentang ALMASIH Nabi ISA A.S.
–Apakah Nabi Isa a.s. telah wafat ataukah masih hidup di langit?
–Apakah Nabi Isa a.s. akan turun lagi ke bumi untuk memerangi Dajal?
–Apabila Nabi Isa a.s. tidak wafat, bagaimanakah keadaannya di langit?
–Apakah yang dia kerjakan selama ribuan tahun tinggal di sana?
–Apakah wajah dia sama dengan yang kita lihat dalam penyaliban?

Tentang Ad-DAJAL
–Apakah Dajal itu berupa binatang atau manusia raksasa yang bermata satu?
–Ataukah Dajal merupakan simbol karakter anti agama?
–Apakah Dajal itu wakil setan di muka bumi?

Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, tentu saja tidak mudah. Bahkan, diantara para ahli tafsir dan hukum Islam pun masih berbeda pendapat satu sama lain. Ada yang mengatakan Nabi Isa a.s. akan turun kembali untuk membunuh Dajal, kemudian tinggal di bumi selama waktu tertentu. Ada yang mengatakan Nabi Isa tidak akan turun lagi ke bumi. Juga ada yang mengatakan Dajal itu tidak lain adalah sebuah simbolisasi dari ajaran setan pada saat mendekati akhir zaman, dan sebagainya. Sedangkan dalam kaitan ini akan dibahas beberapa pemikiran kontroversi sekitar pertanyaan tentang Isa Almasih dan Dajal tersebut dan mencoba melihat kaitannya secara kontekstual. 





Muslim Albania Selamatkan 2000 Yahudi

25 10 2008

“Orang Islam menyelamatkan orang-orang Yahudi? Bagaimana mungkin?” Pertanyaan itu dilontarkan banyak orang pada Norman Gershman, saat mereka melihat foto-foto dan mendengar cerita Gershman tentang Muslim yang menyelematkan banyak orang Yahudi saat tragedi Holocaust.

Gershman, lima tahun belakangan ini terlibat dalam proyek BESA, proyek untuk memberikan penghormatan terhadap keberanian warga Muslim Albania dan menyelamatkan ribuan orang Yahudi baik yang tinggal di Albania maupun yang menjadi pengungsi pada Perang Dunia II.

“BESA adalah tradisi masyarakat Albania sejak ribuan yang lalu. BESA falsafahnya adalah, ketika ada orang yang mengetuk pintu rumah Anda untuk minta bantuan, maka Anda punya kewajiban untuk menolongnya, tak peduli siapa orang itu, ” jelas Gershman.

Ia memulai proyek BESA berawal dari New York, ketika sedang mencari foto-foto orang-orang non-Yahudi yang telah membantu para Yahudi dari kejaran tentara NAZI pada masa Holocaust. Ia tercengang ketika menemukan nama-nama Muslim di antara nama-nama non-Yahudi itu. Apalagi ketika diberitahu bahwa mereka adalah Muslim Albania.

Rasa ingin tahu membawanya ke museum holocaust Yad Vashem yang dibangun Israel di Yerusalem. Di museum itu, ia lebih banyak lagi menemukan nama-nama Muslim Albania. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanannya ke pelosok Albania dan Kosovo. “Di sana saya bertemu dengan mereka yang kini sudah berusia 60 tahunan bahkan lebih tua dari itu, yang ketika Holocaust terjadi mereka masih usia anak-anak, dan merekalah yang menyelamatkan Yahudi-Yahudi itu, ” ujar Gershman.

Ia menghabiskan waktu lebih dari empat tahun untuk mengumpulkan foto-foto hitam putih dan kisah-kisah tentang Muslim Albania yang menyelamatkan orang-orang Yahudi dari Holocaust. Gershman kemudian menggelar pameran pertamanya di Yad Vashem bulan November lalu, kemudian pameran di markas besar PBB di New York, sebelum memutuskan untuk pameran ke seluruh dunia.

Selain foto-foto, Gershman juga membuat buku-buku berisi profil Muslim Albania dan Kosovo yang menyelamatkan orang-orang Yahudi dan sedang membuat film dokumentarnya, yang diharapkan sudah bisa dirilis pada tahun 2009. “Saya bahagia dan bangga bisa menunjukkan kisah ini pada dunia, ” tukas Gershman.

Gershman membantah pernyataan yang mengatakan bahwa Muslim Albania telah menyerahkan orang-orang Yahudi pada NAZI, karena yang terjadi adalah sebaliknya. Muslim Albania justeru memberikan perlindungan pada orang-orang Yahudi. Ini terlihat dari jumlah orang-orang Yahudi di Albania yang meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan sebelum masa Perang Dunia II.

“Albania adalah satu-satunya wilayah pendudukan NAZI yang memberikan perlindungan pada orang-orang Yahudi. Kedatangan orang-orang Yahudi dianggap sebagai tamu, diberi nama Muslim dan tinggal bersama keluarga-keluarga Muslim, ” tutur Gershman.

Dari cerita-cerita yang disampaikan Muslim Albania, Gershman menemukan alasan mengapa warga Muslim Albania menyelamatkan orang-orang Yahudi, yaitu tradisi BESA yang merupakan manifestasi dari ajaran Islam bahwa seorang Muslim harus menepati janjinya dan melindungi yang lemah.

“Saya ingat, sebagian dari mereka bilang ‘tidak ada BESA tanpa Qur’an. Mereka menyelamatkan orang-orang Yahudi atas nama agama yang mereka anut. Mereka sama sekali tidak menyimpan prasangka buruk, ” ungkap Gershman.

Ia melanjutkan, “Saya pernah bertanya pada mereka ‘mengapa Anda melakukan ini semua?’ Apa yang diajarkan Qur’an sehingga Anda melakukan ini?’. Mereka cuma tersenyum dan sebagian mereka menjawab ‘kami menyelamatkan hidup orang lain supaya bisa masuk surga’.”

Islam Tidak Seperti Gambaran Dunia Barat

Gershman meyakini keberanian Muslim Albania dalam melindungi dan menyelamatkan orang-orang Yahudi dari ancaman Holocaust adalah sebuah tindakan yang luar biasa. “Ini merupakan sejarah yang penting, di mana ribuan Yahudi telah diselamatkan oleh Muslim Albania, ” katanya.

Apa yang dilakukan Muslim Albania menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki toleransi keagamaan yang tinggi. Sebuah fakta yang bertolak belakang dengan maraknya stereotipe terhadap umat Islam yang dilakukan Barat.

Terkait hal ini, Gershman menyampaikan pesan pada dunia Barat bahwa banyak sekali orang-orang yang berhati mulia di dunia ini, dan banyak di antara mereka adalah Muslim. “Kalau Anda melihat foto-foto dan membaca kisah-kisahnya, tidak diragukan lagi bahwa mereka (Muslim Albania) adalah orang-orang yang berhati mulia, ” imbuh Gershman.

“Jika ada yang melihat foto-foto saya, khususnya di negara-negara Barat dan mengatakan bahwa mereka adalah militan dan pendukung kekerasan, saya menolak pernyataan itu, ” tegas Gershman, seorang Yahudi Amerika yang kini sedang belajar sufisme.

“Islam tidak seperti yang ada dalam pikiran orang-orang Barat. Buat saya, Islam adalah puisi, ilmu pengetahuan, agama yang sempurna. Islam ada keindahan, ” tandas Gershman. (ln/iol)

Sumber : www.eramuslim.com





DUKUNG RUU-APP DENGAN CARA IKUT ISI PETISI DI WEB

24 10 2008

To:  DPR-RI

Kami atas nama Masyarakat Indonesia, yang peduli terhadap moral bangsa menyatakan:

1. Mendukung segera disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Pornografi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI yang akan menjadi landasan hukum bagi aparat yang bekerjasama dengan masyarakat untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang tertuang dalam RUU tersebut.
2. Mengecam segala bentuk tindakan pelecehan maupun eksploitasi seksualitas terhadap perempuan maupun anak-anak sebagai korban dari ketiadaan landasan hukum
3. Menghimbau kepada pihak-pihak yang menolak RUU ini agar melihat bahwa adanya RUU ini bukan sebagai sebuah pembatasan kebebasan berekspresi melainkan sebagai sebuah aturan penegakan hukum yang pelaksanaannya tetap mendapat pengawasan semua pihak

atas nama bangsa Indonesia,

Aliansi Peduli Moral Bangsa

Sincerely,

The Undersigned

KLIK WEBSITE : PETISI RUU-APP

http://www.warnaislam.com

http://www.petitiononline.com





Selamat Idul Fitri 1429 H

14 10 2008





MENYIBAK FITNAH ABAD MODERN

1 10 2008

www.harunyahya.com

Sebuah situs populer yang lahir dari buku-buku karya Harusn Yahya, seorang pemikir modern muslim dari Turki dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. membuka mata hati kita tentang kebesaran dan kebenaran islam. e-booknya dapat didownload gratis. Harun Yahya menjabarkan ilmu pengetahuan logika alam dan kebenaran akan kebesaran Allah. Inilah pemikiran modern cara islam yang logikanya banyak diakui orang-orang muslim dan non-muslim. Sungguh sebuah kesalahan besar jika kita tidak semaksimal mungkin memanfaatkan tanda-tanda kebesaran alam untuk kepentingan umat. Pada kenyataannya ahlul kitab (yahudi) yang berhasil menyibak logika alam sebagai penopang kemajuan peradaban budaya modern.

Coba Anda kunjungi situs ini. Kita akan sadar betapa Allah maha pengasih bagi orang-orang yang berfikir dan beriman. Hanya saja sangat disayangkan tanda-tanda kebesaran alam dari Allah dimanfaatkan sepenuhnya oleh orang-orang non-muslim untuk kehancuran di muka bumi ini.

Situs ini dibuat dengan tujuan untuk menampilkan dan mensosialisasikan terjemahan bahasa Indonesia dari karya-karya Harun Yahya, seorang pemikir dan penulis terkemuka asal Turki. Buku-buku beliau memperoleh tanggapan yang luar biasa di Turki dan di seluruh dunia. Khususnya di tahun 90-an, karya-karya Harun Yahya telah menjadi inspirasi kebangkitan pemikiran bagi banyak kaum Muslimin, dan non-Muslim, dalam menghadapi berbagai penyimpangan di abad modern. Dengan kata lain, nama pena Harun Yahya melambangkan ajakan kepada kebenaran.

Ini adalah dakwah yang tulus dan tanpa pamrih. Penulis sendiri tidak mengharapkan ataupun mendapatkan keuntungan materi dari buku-buku yang ditulisnya. Tidak pula mereka yang membantu dalam hal desain, penerbitan dan penyebarluasan buku-buku ini, atau film-film dokumenter, kaset audio dan desain grafis yang didasarkan pada buku-buku tersebut, mengharapkan ataupun mendapatkan keuntungan materi. Dengan niat yang sama, situs ini mempersembahkan akses gratis seluruh karya Harun Yahya dalam bahasa Indonesia.

Buku-buku karya Harun Yahya, termasuk situs ini, berupaya untuk mengingatkan kembali berbagai fakta sangat penting yang terabaikan oleh banyak orang dan bahkan mereka ingkari akibat pengaruh fitnah abad modern. Salah satu fakta yang mendasar ini adalah penciptaan, yakni bahwa alam semesta, makhluk hidup dan manusia bukanlah wujud yang ada dengan sendirinya, akan tetapi ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta. Kita semua diciptakan-Nya dan kepada-Nya lah kita akan kembali. Berbagai pengingkaran “ilmiah” terhadap fakta ini – seperti Darwinisme dan dogma materialistik lainnya – ternyata tidak lebih dari sekedar kebohongan, sebagaimana dipaparkan dalam situs ini.

Situs ini mengajak semua orang di segenap penjuru dunia, apapun latar belakang budaya, ras, suku dan sosial mereka, untuk menyadari fakta yang sangat mendasar ini dan memikirkan secara mendalam kewajiban-kewajiban mereka terhadap Sang Pencipta. Ini adalah risalah yang di dalamnya terkandung kunci keselamatan dan kebahagiaan manusia.