REALITA UMAT ISLAM SEKARANG

23 11 2008

Tidak dapat dipungkiri bahwa era sekarang adalah Era Amerika Serikat (al-Ashr al-Amriki). Seluruh dunia memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap AS, Israel dan sekutunya. AS dan Eropa yang beragama Nashrani dan Israel yang Yahudi sangat kuat mencengkeram dunia Islam. Bahkan sebagiannya dibawah kendali langsung mereka seperti Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Irak dan lain-lain. Realitas yang buruk ini telah diprediksikan oleh Rasulullah saw. dalam haditsnya: Dari Said Al-Khudri, dari Nabi saw bersabda:” Kamu pasti akan mengikuti sunah perjalanan orang sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga walaupun mereka masuk lubang biawak kamu akan mengikutinya”. Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw apakah mereka Yahudi dan Nashrani”. Rasul saw menjawab, “Siapa lagi!” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Beginilah nasib dunia Islam di akhir jaman yang diprediksikan Rasulullah saw. Mereka akan mengikuti apa saja yang datang dari Yahudi dan Nashrani, kecuali sedikit diantara mereka yang sadar. Dan prediksi tersebut sekarang benar-benar sedang menimpa sebagian besar umat Islam dan dunia Islam.

Dari segi kehidupan sosial, sebagian besar umat Islam hampir sama dengan mereka. Hiburan yang disukai, mode pakaian yang dipakai, makanan yang dinikmati, film-film yang ditonton, bebasnya hubungan lawan jenis dan lain-lain. Pola hidup sosial Yahudi dan Nashrani melanda kehidupan umat Islam dengan dipandu media massa khususnya televisi.

Dalam kehidupan ekonomi, sistem bunga atau riba mendominasi persendian ekonomi dunia dimana dunia Islam secara terpaksa atau sukarela harus mengikutinya. Riba’ yang sangat zhalim dan merusak telah begitu kuat mewarnai ekonomi dunia, termasuk dunia Islam. Lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF, Bank Dunia, WTO dll mendikte semua laju perekonomian di dunia Islam. Akibatnya krisis ekonomi dan keuangan disebabkan hutang dan korupsi menimpa sebagian besar dunia Islam.

Begitu juga pengekoran umat Islam terhadap Yahudi dan Nashrani terjadi dalam kehidupan politik. Politik dibangun atas dasar nilai-nilai sekuler, mencampakkan agama dan moral dalam dunia politik, bahkan siapa yang membawa agama dalam politik dianggap mempolitisasi agama. Begitu buruknya kehidupan politik umat Islam, sampai departemen yang mestinya mencerminkan nilai-nilai Islam, yaitu departemen agama, menjadi departemen yang paling buruk dan sarang korupsi.
WAHN

Buruknya realitas sosial politik umat Islam di akhir zaman disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw., beliau bersabda: Dari Tsauban berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Hampir saja bangsa-bangsa mengepung kamu, seperti kelompok orang lapar siap melahap makanan”. Berkata seorang sahabat, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu?” Rasul saw. menjawab, “Jumlah kalian pada saat itu banyak, tetapi kualitas kalian seperti buih ditengah lautan. Allah mencabut rasa takut dari musuh terhadap kalian, dan memasukkan kedalam hati kalian penyakit Wahn”. Berkata seorang sahabat, “Wahai Rasulullah saw., apa itu Wahn?” Rasul saw. berkata, “Cinta dunia dan takut mati.” (H.R. Ahmad dan Abu Daud)

Inilah sebab utama dari realitas umat Islam, yaitu wahn. Penyakit cinta dunia dan takut mati sudah menghinggapi mayoritas umat Islam, sehingga mereka tidak ditakuti lagi oleh musuh, bahkan menjadi bulan-bulanan orang kafir. Banyak umat Islam yang berkhianat dan menjadi kaki-tangan musuh Islam, hanya karena iming-iming dunia. Bangsa Amerika, Israel dan sekutunya menjadi kuat di negeri muslim, karena di setiap negeri muslim banyak agen dan boneka AS dan Israel. Bahkan yang lebih parah dari itu, bahwa agen AS dan Israel itu adalah para penguasa negeri muslim sendiri atau kelompok yang dekat dengan penguasa.

Dunia dengan segala isinya seperti harta, tahta dan wanita sudah sedemikian kuatnya memperbudak sebagian umat Islam sehingga mereka menjadi budak para penjajah, baik AS Nashrani dan Israel Yahudi. Dan pada saat mereka begitu kuatnya mencintai dunia dan diperbudak oleh dunia, maka pada saat yang sama mereka takut mati. Takut mati karena takut berpisah dengan dunia dan takut mati karena banyak dosa. Demikianlah para penguasa dunia Islam diam, pada saat AS membantai rakyat muslim Irak, dan Israel membantai rakyat muslim Palestina.

MENGIKUTI YAHUDI DAN NASHRANI
Kecenderungan yang kuat terhadap dunia atau wahn, menyebabkan umat Islam mengekor dan tunduk patuh kepada dunia barat yang notabenenya dikuasi Yahudi dan Nashrani. Dan ketika umat Islam mengikuti Yahudi dan Nashrani, maka banyak sekali kemiripan dengan meraka. Beberapa kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan Nashrani, di antaranya:

I. PENYIKAPAN TERHADAP AGAMA (SEKULER)
Kaum Yahudi dan Nashrani bersikap sekuler dalam kehidupan. Mereka mencampakkan agama dari kehidupan sosial politik. Dalam memandang sesuatu, Kaum Yahudi dan Nashrani tidak berdasarkan agama mereka. Ruang lingkup agama dipersempit hanya di tempat-tempat ibadah saja. Sedangkan kehidupan sosial politik jauh dari nilai-nilai agama. Karena mereka meyakini bahwa agama sudah tidak berfungsi lagi untuk memberikan solusi kehidupan.

Gerakan sekuler tumbuh dan berkembang di dunia barat, dan berkembang ke seluruh penjuru dunia seiring dengan datangnya para penjajah barat ke dunia Islam. Maka berkembanglah sekulerisme di dunia Islam. Kehidupan sosial politik di negara-negara Islam jauh dari nilai-nilai ke-Islaman dan sekulerisme begitu sangat kuatnya di dunia Islam.

Sedangkan di Indonesia, sekulerisme sangat mudah dibaca dan sangat transparan. Jika kita melihat partai-partai politik, maka mayoritasnya partai sekuler, sampai partai yang basis masanya ormas Islam sekalipun, masih sangat kental dengan nilai-nilai sekulernya. Sekulerisme begitu sangat dalam masuk dalam sendi-sendi kehidupan sosial politik di Indonesia. Simbol-simbol pemerintahan, pakaian masyarakat, bahasa yang digunakan dll sarat dari nilai-nilai sekulerisme. Sementara dakwah Islam, masih sangat sedikit yang mengajak pada kesempurnaan Islam dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Dakwah yang dominan di Indonesia adalah dakwah tasawuf yang mengajak pada dzikir yang sektoral, pembinaan dan manajemen hati yang sektoral dan sejenisnya.

II. PENYIKAPAN TERHADAP AL-QUR’AN
Pensikapan sebagian umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur’an sebagaimana Yahudi dan Nashrani mensikapi Taurat dan Injil. Kemiripan sikap ini pula menimbulkan fenomena dan dampak yang agak sama yang menimpa antara umat Islam dengan mereka. Beberapa kemiripan tersebut seperti disebutkan dalam informasi Al-Qur’an dan Hadits sbb:

1. Umiyah (Buta Huruf tentang Al-Qur’an)
Allah berfirman, “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (Al-Baqarah 78)

Sifat yang menimpa bangsa Yahudi terkait dengan kitab Tauratnya juga menimpa umat Islam terkait dengan Al-Qur’an, dimana mayoritas umat Islam buta huruf tentang Al-Qur’an, dalam arti tidak pandai membacanya apalagi memahaminya dengan baik.

2. Juz’iyah Al-Iman (Parsial dan Tidak Utuh dalam Mengimani Al-Qur’an)
Allah berfirman, “Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah 85)

Ayat yang menyebutkan sikap Bani Israil terhadap Taurat ini juga menimpa umat Islam dimana banyak diantara mereka yang beriman pada sebagian ayat Al-Qur’an dan ingkar pada sebagian ayat yang lain. Umat Islam banyak yang beriman pada ayat yang mengajarkan shalat, puasa dan haji, tetapi mereka juga mengingkari ayat atau ajaran lain seperti tidak mengimani pengharaman riba’, tidak beriman pada ayat-ayat yang terkait hukum pidana (qishash dan hudud) dan hukum-hukum lain yang terkait dengan masalah politik dan pemerintahan.

3. Ittiba Manhaj Al-Basyari (Mengikuti Hukum Produk Manusia)
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”
(QS Al-Maa-idah 49-50)

Inilah musibah terbesar yang menimpa umat Islam di hampir seluruh dunia Islam pada akhir zaman, mereka mengikuti hukum sekuler buatan manusia. Bahkan di negara yang mayoritas penduduknya umat Islam, mereka tidak berdaya bahkan menolak terhadap pemberlakuan hukum Islam. Kondisi ini akan tetap berlangsung sehingga mereka merubah dirinya sendiri, berda’wah dan membebaskan dari semua pengaruh asing yang menimpa umat Islam.

4. Tidak Memahami Kedudukan Al-Qur’an
“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (Al-Israa’:9)

Umat Islam tidak mengetahui dan tidak mendudukkan Al-Qur’an sesuai fungsinya. Al-Qur’an yang berfungsi sebagai hidayah untuk manusia yang hidup tetapi banyak diselewengkan, Sebagian umat Islam hanya menggunakan Al-Qur’an terbatas sebagai bacaan untuk orang meninggal dan dibaca saat ada orang yang meninggal. Al-Qur’an yang berfungsi sebagai pedoman hidup hanya ramai di musabaqahkan. Sebagaian yang lain hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai kaligrafi yang menjadi hiasan dinding di masjid-masjid atau di tempat lainnya. Sebagian yang lain menjadikan Al-Qur’an sebagai jimat, yang lain hanya menjadi pajangan pelengkap perpustakaan yang jarang dibaca atau bahkan tidak pernah dibaca.

5. Hajr Al-Qur’an (Meninggalkan Al-Qur’an)
Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”.
Meninggalkan Al-Qur’an adalah salah satu masalah besar yang menimpa umat Islam. Umat Islam banyak yang meninggalkan Al-Qur’an, dalam arti tidak memahami, tidak membaca, tidak mentadaburi, tidak membaca, tidak mengamalkan dan tidak menjadikan pedoman hidup dalam kehidupan mereka. Umat Islam lebih asyik dengan televisi, koran, majalah, lagu-lagu, musik dan lainnya. Jauhnya umat Islam menyebabkan hinanya mereka dalam kehidupan dunia. Salah satu rahasia kejayaan umat Islam apabila mereka komitmen dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup.

III. PENYIKAPAN TERHADAP AHLI AGAMA (KULTUS)
Allah Taala berfirman, “Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 31)

Inilah sikap Yahudi dan Nasrani terhadap ahli agama mereka. Dan ternyata banyak dari umat Islam yang mengkultuskan ulama dan kyai dan menempatkan mereka pada posisi Tuhan yang suci dan tidak pernah salah.

Terkait dengan surat At-Taubah 31, diriwayatkan dalam beberapa hadits diantaranya oleh Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani bahwa Adi bin Hatim yang baru masuk Islam datang kepada Rasulullah saw. yang masih memakai kalung salib dan Rasulullah saw. memerintahkan untuk melepaskannya. Kemudian Rasul saw. membacakan ayat tadi. Adi menyanggahnya, “Wahai Rasulullah kami tidak menyembahnya”. Tetapi Rasulullah saw menjawabnya, “Bukankah mereka mengharamkan yang dihalalkan Allah dan menghalalkan yang diharamkan Allah?” Betul”, kata Adi. Rasul saw. meneruskan, “Itulah ibadah mereka”.

Demikianlah pendapat mayoritas ulama jika sudah menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan mentaatinya maka itulah bentuk penyembahan terhadap ahli agama. Dan ini pula yang banyak menimpa umat Islam, mereka mentaati secar buta apa yang dikatakan ulama atau kyai padahal bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits.

IV. PENYIKAPAN TERHADAP DUNIA (RAKUS)
Penyakit utama Yahudi adalah sangat rakus terhadap dunia, baik harta, kekuasaan maupun wanita sebagaimana direkam dalam Al-Qur’an, Allah Taala berfirman, “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”. (Al-Baqarah 96)

Penyakit ini pula yang menimpa sebagian besar umat Islam sebagaimana disebutkan dalam hadits wahn. Perlombaan sebagian umat Islam terhadap dunia telah membuat mereka buta dan tuli sehingga menghalalkan segala cara. Inilah fenomena yang terjadi di Indonesia dan sebagian negeri muslim lainnya. Mayoritas penduduknya muslim tetapi menjadi negera terkorup di dunia, paling banyak hutangnya, paling jorok, paling rusak dll. Sungguh sangat jauh antara Islam dan realitas umat Islam.

Di antara dorongan dunia yang paling kuat daya tariknya adalah syahwat wanita. Dan inilah yang sedang menimpa kita. Fenomena seks bebas, pornografi merupakan santapan harian bagi sebagian umat Islam. Dan realitas ini sangat cerdas dimanfaatkan oleh broker seks bebas. Manusia yang sedang rakus dan lahap terhadap syahwat mendapatkan makanan dan pemandangan yang sangat cocok bagi mereka. Lebih ironis lagi orang-orang yang rusak itu dianggap paling berjasa oleh sebagian kyai dan ulama, karena dapat menghibur manusia Indonesia yang lagi stress. Memang manusia Indonesia sedang terkena penyakit dan penyakit itu adalah penyakit hati dan syahwat. Dan mereka memuaskan rasa sakit itu, sebagaimana narkoba memuaskan orang yang sedang kecanduan narkoba itu.

Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Said Al-Khudri ra. Nabi saw. bersabda: ” Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah akan menguji kalian, maka Allah akan melihat bagaimana kamu memperlakukan dunia. Hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah yang pertama menimpa Bani Israil adalah pada wanita” (HR Muslim)

V. PENYIKAPAN TERHADAP AKHIRAT (MEREMEHKAN)
Allah SWT. berfirman: Artinya: Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”. (Bukan demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (QS Al-Baqarah 80-81).

Inilah sikap mereka yaitu Yahudi terhadap akhirat, lebih khusus lagi terhadap neraka. Mereka meremehkan siksa api neraka. Dan ternyata penyakit ini juga banyak menimpa umat Islam. Sebagian umat Islam yang meremehkan siksa api neraka membuat mereka melalaikan kewajiban Islam, seperti menegakkan shalat, zakat, puasa, haji, menutup aurat dll. Pada saat yang sama mereka juga tidak takut berbuat dosa. Inilah fenomena potret umat Islam.

Umat Islam yang melakukan korupsi, suap, manipulasi, dan curang dalam kehidupan politik. Umat Islam yang bertransaksi dengan riba dalam kehidupan ekonomi. Umat Islam yang meramaikan tempat hiburan dan prostitusi dalam keremangan malam, bahkan siang sekalipun. Umat Islam yang memenuhi meja-meja judi disetiap pelosok kota dan negeri. Umat Islam yang banyak menjadi korban narkoba. Umat Islam dan sebagian kaum muslimat yang buka aurat bahkan telanjang ditonton masyarakat. Dan masih banyak lagi daftar kejahatan sebagain umat yang mengaku umat Islam. Dan itulah potret dan realitas umat Islam hari ini.

Dan ketikan umat Islam terus mengikuti pola hidup Yahudi dan Nashrani dan mengekor pada kepentingan mereka, maka akan berakibat sangat buruk yaitu murtad dan jatuh pada jurang kekafiran. Naudzubillahi min dzaalik. Semoga kita diselamatkan dari bahaya tersebut sebagaimana yang Allah ingatkan kepada kita semua: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (Ali Imran: 100)

Oleh : Oleh : dakwatuna





Ramadhan dan Derita Rakyat Palestina

17 11 2008

Pernahkah kita mendengar dan memperhatikan kondisi kaum muslimin, umat nabi Muhammad saw di negeri para nabi, negeri Palestina, khususnya di Gaza pada bulan Ramadhan tahun ini?

Mungkin karena kesibukan, masalah Palestina menjadi sesuatu yang terlewatkan dalam memori kita, sehingga penderitaan rakyat Palestina menjadi penderitaan yang terus menghimpit kehidupannya, mereka menjadi merana dan sengsara di tengah kebahagian saudaranya di negeri lainnya.

Saat ini, ada dua penderitaan yang sedang dihadapi rakyat Palestina akibat penjajahan yang dilakukan Zionis Israel.

Pertama, penderitaan karena sulitnya mendapatkan kebutuhan pokok, makanan yang akan dikonsumsi, susu untuk bayi, serta sulitnya mendapatkan obat-obatan.

Sulitnya mendapatkan makanan, obat-obatan dan susu untuk bayi diakibatkan blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel sudah
berlangsung 2 tahun hingga saat ini.

Sungguh ini merupakan kejahatan kemanusiaan di abad modern yang dipertontonkan secara vulgar kepada masyarakat dunia, khususnya umat Islam.

Apabila blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap wilayah Gaza terus diterapkan dan masyarakat dunia, khususnya umat Islam diam seribu bahasa, memeluk dengkul, bertopang dagu, tidak ada upaya untuk menolak blokade tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusiaan bagi 1, 5 juta penduduk Gaza.

Kedua, penderitaan karena tidak dapat mengekspresikan nilai-nilai keimanan dalam bentuk beribadah kepada Allah.

Seperti tahun-tahun yang lalu, kaum muslimin di Tepi Barat, khususnya di kota suci Al-Quds, yang berusia di bawah 45 tahun tidak diperkenankan Zionis Israel untuk beribadah di masjid al-Aqsha.

Setiap jama’ah yang akan masuk masjid al-Aqsha ditatap dengan tatapan yang sinis dan penuh curiga, digeladah, ditanya identitasnya, jika terbukti usianya di bawah 45 tahun, maka akan diusir, tidak boleh memasuki masjid yang merupakan kiblat umat Islam pertama.

Sehingga, tidak sedikit para pemuda yang ingin mendulang pahala di bulan Ramdhan, rindu terhadap masjid al-Aqsha dan ingin i’tikaf di dalamnya, hanya dapat melihat keindahan dan kemuliaan al-Aqsha dari jauh, dan pelaksanaan shalat hanya dapat dilakukan di luar kompleks masjid al-Aqsha.

Perbuatan zalim Zionis Israel yang melarang kaum muslimin berkunjung ke masjid al-Aqsha, shalat dan i’tikaf di dalamnya, jelas merupakan kezaliman dan harus segera dihentikan!

Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim. (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.(QS: Huud/11: 18-19).

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.(QS: An-Nahl/ 16:88).

Perbuatan melarang seseorang atau sekelompok orang untuk beribadah menurut keyakinan agamanya di tempat ibadahnya adalah perbuatan yang jelas-jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi kenapa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diam?, mereka yang selalu berkoar-koar sebagai pendekar HAM juga diam? Inilah standar ganda yang mereka mainkan!

Rakyat di Jalur Gaza yang akan melaksanakan umroh di bulan Ramadhan tahun ini juga dipersulit, sebanyak 2.200 orang telah mengajukan permohonan umrah Ramadhan ke tanah suci Mekah dan ingin i’tikaf
di masjid al-Haram. Namun hanya 600 orang yang berangkat dengan bekal pasport, visa dan tiket kendaraan. Selebihnya masih berjuang agar tercapai cita-citanya beribadah di Baitullah.

Kenapa umat Islam tidak berupaya membantu, menolong saudaranya yang sedang susah dan sengsara di Palestina khususnya di Gaza? Bukankah mereka umat nabi Muhammad saw?

Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pembinaan, pada bulan ini kita dilatih untuk peduli terhadap mereka yang sedang kesusahan, dan kita disuruh untuk meringankan bebannya. Semoga amal ibadah kita pada Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun yang lalu.

Serdadu Zionis Israel tiada henti melakukan aksi bersenjata terhadap rakyat Palestian. Meskipun sudah sepakat melakukan gencatan senjata. Nyatanya Israel terus melakukan operasi militer di wilayah Palestina.

Seperti di Gaza dan Tepi Barat. Di tengah bulan ramadhan ini pun tentara penjajah Zionis Israel melakukan operasi militer. Sehingga mengakibatkan jatuhnya korban rakyat sipil. Langkah ini menunjukkan betapa biadabnya penjajah, yang terus membuat langkah-langkah yang amat berbahaya bagi keamanan rakyat Palestina.

Kini, Israel akan dipimpin seorang perempuan yang mantan anggota badan intelejen Israel Mossad, Tzipi Livni. Livni terpilih menjadi ketua Partai Kadima, yang didirikan oleh Ariel Sharon, yang sudah tiga tahun ini mengalami koma.

Bagaimana kebijakan Livni terhadap rakyat Palestina? Israel tak pernah memberikan kesempatan bagi rakyat Palestina merdeka. Karena mereka ingin tetap menjajah secara permanen. Berbagai langkah-langkah negosiasi yang dilakukan sejak dulu sampai hari tak menghasilkan apa-apa. Sudah berapa ratus kali perundingan. Tak satupun hasil yang memberikan arah bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Semuanya hanyalah bersifat ‘diplomasi’ kosong, yang tak memberikan apa-apa bagi masa depan rakyat Palestina.

Kini, posisi rakyat Palestina tidak lagi seperti dulu. Mereka sudah lebih kuat. Mereka memiliki leverage (daya tawar), yang cukup kuat dalam menghadapi Israel. Mereka bisa membuat senjata sendiri. Mereka memiliki pasukan yang terlatih. Mereka memiliki pemerintahan di Gaza yang efektif. Tak tergantung dengan bantuan asing. Ismail Haniyah berhasil mengatasi situasi yang sangat rumit dan komplek. Sehingga, Israel tidak berani melakukan manuver yang membahayakan bagi masa depan rakyat Palestina. Impian tentang ‘Israel Raya’ sudah tamat. Tak ada lagi ambisi yang dapat memuaskan Israel, yang akan membawa negeri Zionis itu menjadi kekuatan di Timur Tengah. Hal itu seperti dikemukakan Perdana Menteri Olmert. “Impian Israel Raya itu sudah tidak ada lagi”, ujar Olmert. Inilah realitas baru di Timur Tengah. Khususnya di Palestina.

Jangan lupakan saudara kita di Palestina walaupun hanya dengan seuntai do’a!

Ferry Nur, Sekjen KISPA

Email: ferryn2006@yahoo.co.id

Website: www.kispa.org





Dengan Berjamaah Umat Islam Dunia Bisa Rebut kembali Masjid Al Aqsa

16 11 2008

Para ulama yang hadir dalam Konferensi Internasional Al Aqsa di Jakarta, Kamis [21/08] , kembali menyerukan umat Islam di dunia supaya mengerahkan seluruh kekuatan guna membebaskan Masjid Al Aqsa dari kekuasaan Israel.

Mereka juga mengimbau umat Islam di dunia untuk bersatu karena sejarah membuktikan bahwa hanya dengan berjamaah umat Islam dapat mengembalikan Masjid Al Aqsa ke pangkuan Islam.

“Hanya dengan berjamaah umat Islam dapat merebut kembali Masjid Al Aqsa dari musuh-musuhnya sebagaimana telah terbukti pada masa Umar bin Khatab dan Sultan Salahuddin Al Ayyubi,” kata Direktur Pesantren al-Fatah al-Islamy Yakhsallah Manshur.

Terkait dengan hal itu Presiden Sekretariat Himpunan Ulama’ Asia Tenggara Abd. hani Samsudin menjelaskan, langkah awal yang bisa dilakukan untuk menggalang kekuatan umat Islam adalah dengan melakukan kampanye untuk menyadarkan umat akan pentingnya Baitul Maqdis dan Palestina dalam sejarah Islam. “Baitul Maqdis dan Palestina bermakna dan punya kaitan panjang dengan sejarah Islam. Baitul Maqdis merupakan tempat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimana Nabi Muhammad SAW menjadi tetamu Allah,” katanya.

Selaras dengan itu, ia melanjutkan, harus diupayakan agar Al Aqsa bisa menjadi masalah yang mendapatkan perhatian besar dari masyarakat antarbangsa sehingga bisa menjadi instrumen untuk menekan Israel supaya mematuhi keputusan resmi badan-badan internasional seperti PBB terkait masalah itu.

Kalaupun tidak bisa secara langsung ikut serta dalam usaha pembebaskan Al Aqsa dari Israel, kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N Mehdawi, setidaknya umat Islam bisa memberikan bantuan dengan dana dan doa. “Setidaknya kita bisa memakmurkan Al Aqsa dengan membaca doa-doa setelah sholat lima waktu,” katanya.

Sejak Israel menaklukkan dan selanjutnya menjajah Jerusalem Timur tahun 1967 hingga saat ini, Masjid Al Aqsa dan Baitul Maqdis berada di bawah kekuasaan Yahudi-Israel.

Akibatnya masyarakat muslim Palestina dan antarbangsa di dunia tidak bisa lagi secara bebas mengunjungi masjid tersebut. Selama berada di bawah kekuasaan Israel, berbagai hal menimpa masjid tersebut.

Tahun 1967 hingga penghujung 1968, kata Samsudin, Israel menggali bagian bawah dinding bagian selatan Masjid. Kegiatan penggalian dan pembuatan terowongan di bawah dan di sekitar bangunan masjid kembali dilakukan pada 1970-1973, 1996 dan 2007 lalu. Masjid itu, katanya, juga pernah diserang dan dibakar hingga rusak berat pada 1969 dan dibom oleh tentara zionis sampai rusak hingga ke bagian dalamnya. ( ant )





Penjara Terbesar di Dunia

15 11 2008

Masjid Al-Aqso

Tantangan kemanusiaan terbesar abad ini adalah membebaskan rakyat Palestina dari belenggu penjajahan dan perbudakan yang dilakukan Zionis-Israel. Rejim Zionis itu menciptakan penjara besar yang menyebabkan hampir 2 juta penduduk di Gaza, praktis seperti hidup dalam penjara. Mereka lumpuh secara total. Mereka hampir tidak dapat melakukan aktivitas apa-apa.Akibat blokade yang dilakukan rejim Zionis.

Lebih tragis lagi bagi rakyat Palestina,negara tetangganya yang sama-sama muslim, dan berhadapan langsung, tak mau membuka akses keluar, karena terikat perjanjian dengan Israel. Mesir menutup perbatasannya. Inilah sebuah bangsa yang dibiarkan oleh masyarakat internasional, mati secara perlahan-lahan, akibat politik isolasi rejim Zionis, dan masyarakat internasional, tak satupun yang membelanya.

Afrika Selatan, yang mengalami perbudakan dan penjajahan, dan politik apartheid, yang dilakukan para penjajah kulit putih, selama puluhan tahun, akhirnya merdeka. Mereka bebas, dan menikmati kemerdekaan. Solidaritas masyarakat internasional yang kuat, secara bersama-sama membebaskan mereka dari penjajahan kaum kulit putih.

Tokoh utamanya Nelson Mandela, yang dipenjarakan, disebuah pulau, dibebaskan dan terpilih menjadi presiden pertama Afrika Selatan. Sampai sekarang Nelson Mandela, masih mendapatkan penghormatan. Dalam kaitannya Afrika Selatan, masyarakat internasioanal, dan lembaga-lembaga multilateral,seperti PBB, ikut terlibat dalam pembebasan Afrika Selatan. Di mana selama puluhan tahun, di masa penjajahan itu, berlangsung politik apartheid dan segregasi. Apartheid, tak lain adalah supreme kulit putih terhadap kulit hitam dalam seluruh lapangan kehidupan. Bukan hanya itu. Pandangan, yang sangat patologis, terhadap masyarakat kulit hitam yang dipandang hina, tidak bermartabat, dan tidak memiliki kesejajaran dengan kelompok masyarakat kulit putih. Karena itu, lahir politik segregasi (pemisahan), di kantor, di hotel, di pasar-pasar, di bus-bus dan tempat umum lainnya, tidak boleh bercampur orang-orang kulit hitam dengan kulit putih. Penolakan manusia atas manusia, yang sebenarnya tak layak. Tapi, hal ini terjadi di Afrika Selatan.

Apartheid dan segregasi yang berlangsung puluhan tahun telah berakhir. Inilah sebuah era baru dalam kehidupan masyarakat internasional, di mana tidak ada lagi apartheid dan segregasi sesama kelompok masyarakat. Antara kelompok masyarakat hitam dan putih, sekarang memiliki ‘equality’ (persamaan), tak ada lagi perbedaan berdasarkan warna kulit. Meskipun, sisa-sisa dan pengaruh masa penjajahan yang dilakukan kelompok kulit putih belum terhapus, khususnya secara psyochologis, dikalangan masyarakat kulit hitam di Afrika Selatan. Orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan, sekarang memerintah secara bebas negaranya, tak ada lagi restriksi (pembatasan) terhadap mereka. Afrika mengalami perkembangan dalam beberapa tahun ini, bahkan di Afrika Selatan, transformasi politik telah terjadi kepemimpinan. Nelson Mandela sebagai generasi pertama telah beralih kepada yang baru Tambo Beki. Negara yang menghasilkan intan terbesar di dunia ini, terus berkembang,di tengah-tengah masyarakt internasioinal.

Membandingkan Afrika Selatan dengan Palestina sangatlah paradok. Palestina mengalami proses penjajahan secara permanent, yang sampai hari ini masih terus menderita yang amat luar biasa. Jika Afrika Selatan dibela oleh masyarakat internasional agar mereka bebas dari penjajahan dan perbudakan penjajah kulit putih, sebaliknya rakyat Palestina rasanya dibiarkan, tidak ada yang membela secara sungguh-sungguh, dan kesannya mendukung langkah-langkah yang dilakukan rejim Zionis-Israel dan negara-negara Barat, yang menyudutkan mereka sebagai kelompok teroris. Padahal, setiap hari yang mati adalah rakyat Palestina, yang dibunuh oleh tentara Zionis-Israel. Tapi, mengapa yang dituduh melakukan tindak kekerasan adalah rakyat Palestina? Berapa banyak jumlah rakyat Palestina yang telah dibunuah oleh rejim Zionis-Israel,sejak lahirnya negara Zionis itu?

Para pemimpin Palestina telah mengikuti kehendak masyarakat internasional, bahkan keinginan Israel, tapi sampai hari ini, tak ada aspirasi rakyat Palestina, yang mendapatkan tanggapan yang positip dari masyarakat internasioal dan Israel. Ketika, Presiden Palestina, Yaser Arafat, melalui perjanjian Oslo, tahun l992, di mana Arafat bersedia mengubah seluruh strategi perjuangannya, seperti mengakui Israel, dan mengakhiri perjuangan bersenjata, dan mengganti  dengan perjuangan politik. Tapi, semua itu berakhir dengan matinya Arafat yang diracun Israel. Sampai hari terakhir kepemiminan Arafat, tak ada tanda-tanda negara Palestina terwujud. Justru semakin jauh, dari keinginan rakyat Palestina. Dan, rejim Zionis-Israel, semakin agresif,melakukan invasi militer ke wilayah Palestina, yang bertujuan menghancurkan basis-basis perjuangan rakyat Palestina.

Ketika, kelompok Hamas, berhasil mengalahkan al-Fatah di Palestina,melalui sebuah proses demokrasi, pemilu, yang harus merelakan al-Fatah, menyerahkan kekuasaan kepada Hamas, justru masyarakat internasional yang didorong Zionis-Israel, mengucilkan rakyat Palestina. Tindakan yang sangat tidak adil, dan sangat meyakitkan bagi rakyat Palestina.Di mana rakyat Palestina, yang sudah mengikuti kehendak masyarakat internasional, justru sekarang ini dikucilkan, diembargo secara total. Tentu,yang paling menyakitkan Hamas dituduh kelompok teroris, padahal, yang lebih banyak membunuh adalah Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina.

Proses politik masyarakat internasional yang dibelakangnya adalah Zionis-Israel, terus memojokkan Hamas dan rakyat Palestina. Apalagi, sesudah Hamas mengambil alih seluruh Gaza dari al-Fatah, tekanan yang lebih hebat dilakukan. Bagaimana rakyat Palestina sekarang ini, hanya mengandalkan hidupnya melalui torowongan yang dibangun, agar mendapatkan akses keluar? Tentu, yang lebih dahsyat lagi, torowongan yang digali itu dihancurkan oleh Israel dan Mesir. Dan, negara-negara tetangganya seperti Mesir dan Yordan, tak mau membantu Hamas, dan justru menyudutkannya. Negara-negara Arab justru  dijadikan alat oleh Israel untuk mengeleminir Hamas sebagai kekukatan politik di Palestina, dan menaikakan kelompok al-Fatah yang sudah lumpuh secara politiik dan militer.

Mereka ingin melucuti kekuatan Hamas, yang merupakan kekuatan perjuangan rakyat Palestina yang riil dan mandiri, yang tidak didekte oleh kepentingan manapun, khususnya dalam memperjuangkan terwujudnya negara Palestina yang merdeka. Berbagai upaya yang sudah dilakukan berbagai negara, seperti Mesir,Saudi, termasuk usaha-usaha yang dilakukan melalui berbagi konfrensi, tak menunjukkan upaya-upaya yang konkrit, membela rakyat Palestina, yang sekarang diembargo oleh Zionis-Israel. Justru, usaha-usaha yang dilakukan berbagai organisasi termasuk berbagai negara, justru ingin memposisikan pemimpin al-Fatah,Presiden Mahmud Abbas, yang sudah kehilangan kredibilitasnya, sebagai tokoh utama dalam perjuangan Palestina.  Mahmud Abbas adalah tokoh  yang  mendapatkan kepercayaan, dan menjadi boneka  Zionis-Israel, Amerika, dan negara-negara Arab.

Mestinya, seluruh kekuatan dunia sekarang ini, secara bersama-sama membebaskan rakyat Palestina dari penjajahan dan perbudakan oleh Zionis-Israel.  Afrika Selatan dapat mendapatkan kemerdekaan. Mengapa masyarakat internasional membiarkan Zionis-Israel terus menerus secara permanent menjajah dan memperbudak rakyat Palestina? Wallahu ‘alam.

Sumber : http://www.eramuslim.com





Umar dan Baitul Maqdis

14 11 2008

https://i0.wp.com/www.sacredsites.com/middle_east/israel/images/dome-rock-500.jpg

Masjidil Aqsa

Ketika akan memasuki Baitul Maqdis, akan disambut oleh pembesar Romawi dan masyarakat banyak, Umar disarankan mengganti pakaianya dengan yang mewah, mengganti ontanya dengan kuda yang gagah, Umar tidak mau bahkan marah seraya mengatakan, “ Kita adalah kaum yang diberikan kemuliaan oleh Allah dengan Islam. Bila kami mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Allah akan menghinakan kita”.

Suatu kalimat yang mengandung nilai-nilai keimanan yang sempurna, ketakwaan yang tinggi, akhlak yang agung, yang tidak sembarang orang mampu mengucapkan kalimat yang tegas tersebut, apalagi di zaman sekarang, bujukan meterialis dan kapitalis sangat menggoda.

Umar paham dan tahu bahwa kemuliaan seorang muslim disisi Allah bukan terletak pada pakaian yang indah, rumah yang mewah, harta yang melimpah, memiliki banyak sawah, makanan yang berkuah, sekali lagi bukan itu ! Mulianya seorang muslim disisi Allah terletak pada ketakwaannya, sikap rela sepenuh hati dan mengamalkan secara sempurna ajaran yang mulia (Islam) yang bersumber dari Dzat Yang Maha Mulia, Allah Yang Maha Agung.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS: Al
Hujuraat/ 49 : 130)

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. (QS: Al Maa’idah/5: 3).

Siapakah Umar yang telah berkata dengan tegas lagi bijaksana tersebut?

Umar yang dimaksud adalah Umar bin Kaththab bin Nufail bin Abdul ‘Uzaa bin Rabah bin Qurth bin Razah bin Ady bin Ka’ab bin Luay. Qiyadah (pemimpin) kaum muslimin yang bergelar Amirul Mu’minin, Abu Hafash Al Qurasyi, Al Adawi, Al Faruq.

Umar adalah sahabat Rasulullah saw yang memiliki kedudukan mulia disisinya bahkan pernah didoakan secara khusus. Imam Tirmidzi dan Al Hakim – dia menyatakan bahwa riwayat ini shahih – meriwayatkan dari ‘Uqbah bin Amir dia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Andai kata setelahku ada nabi pastilah dia Umar”.

Al Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw berdoa kepada Allah:

“Ya Allah muliakanlah agama Islam ini dengan Umar ibnu Khaththab”.

(Hadits serupa diriwayatkan oleh Imam Ath- Thabarani dalam kitabnya Al Awsath dari hadits Abu Bakar, sedangkan dalam kitabnya Al Kabir dari hadits riwayat Tsauban).

Umar juga mertuanya Rasulullah saw, karena anaknya yang bernama Hafshah merupakan istri keempat Rasulullah saw setelah Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zam’ah, Aisyah binti Abu Bakar Siddiq.

Dalam rangka mengunjungi Baitul Maqdis di Palestina, tempat yang pernah dikunjungi Rasulullah saw dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada tahun ke 10 kenabian, Umar bin Khathathab meninggalkan kota Madinah, ibu kota pemerintahan Islam untuk sementara waktu.

Beliau meyerahkan urusan kota Madinah kepada sahabat seperjuangan dalam menegakkan agama Allah di muka bumi, menantu Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib.

Umar pergi ke Baitul Maqdis, Palestina atas usulan Ali bin Abi Thalib setelah menerima surat permohonan damai dari penduduk setempat yang dipimpin Uskup Agung Severinus.

“Pasukan Muslimin sudah bersusah payah menghadapi udara dingin, perang dan sudah lama meninggalkan kampung halaman… Kalau anda datang menemui mereka, kedatangan anda dan pasukan muslimin akan merasa aman, akan merasa sejuk. Semua ini akan membawa perdamaian dan kemenangan”, kata Ali bin Abi Thalib menyampaikan pendapatnya.

Umar berangkat meninggalkan kota Madinah menuju Baitul Maqdis dengan menggunakan unta kelabu, membawa dua buah karung, masing-masing berisi tepung gandum dan kurma, sebuah kirbat di depannya berisi air penuh dan sebuah bokor tempat makanan di belakangnya.

Beliau mengenakan baju gamis tebal terbuat dari kapas bergaris-garis yang sisinya sudah sobek.

Ketika akan sampai di tempat tujuan, Umar bin Khaththab sebagai seorang khalifah, pemimpin kaum muslimin, qiyadah bagi pengikutnya, melangkahkan kaki, mengayunkan tangan sambil menuntun ontanya, pembantunya yang bernama Maisarah duduk dipunggung onta.

Maisarah merasa tidak enak dan agak rikuh ketika Baitul Maqdis sudah ada di depan mata, para pembesar Nashrani dan masyarakat umum sudah siap menyambut kedatangan Umar bin Khaththab, pemimpin kaum muslimin. Umar tetap melanjutkan perjalanannya dan menyuruh pembantunya tetap diatas punggung onta, karena berdasarkan kesepakatan mereka berdua, mereka akan bergantian untuk naik onta dan menuntun onta, ketika akan sampai di tempat tujuan tibalah giliran Umar, beliau konsisten terhadap janji.

Sebagai pemimpin, Umar telah memberikan keteladanan yang agung kepada kaum muslimin terutama para pemimpin yang telah diberikan amanah mengurus umat nabi Muhammad saw, untuk konsisten terhadap janji, tidak “mentang-mentang”, tidak zalim kepada pengikut, pendukung atau pembantunya.

Umar tidak merasa hina menuntun onta dengan pakaian yang sangat sederhana sedangkan pembantunya tetap duduk dipunggung onta. Padahal beliau seorang penguasa kaum muslimin yang kekuasaannya sudah luas, yang terbentang dari Yaman sampai Syam.

Umar telah membuktikan, dengan takwa yang sebenar-benarnya, sikap hidup yang sederhana, jujur dan amanah, ada kepedulian kepada umat, menghargai pengorbanan prajuritnya yang telah berjuang dengan jiwa dan raga. Sehingga Umar dihormati oleh pengikutnya dan disegani oleh lawannya.

Kisah Umar bin Khaththab ke Baitul Maqdis telah memberikan pelajaran sangat berharga kepada kita, bagaimana seharusnya menjadi pemimpin umat,

Semoga kita dapat masuk Baitul Maqdis dan membantu rakyat Palestina agar lepas dari belenggu penjajah Zionis Israel.

H. Ferry Nur, S.Si
Sumber : http://www.eramuslim.com





Penulis Yahudi Cemaskan ‘Hutan Masjid’ di Eropa

12 11 2008

Masjid di Duisburg

Penulis Yahudi Jerman Ralph Giordano menyerukan agar pembangunan masjid di Jerman yang kian marak segera dihentikan. Giordano mencemaskan bila ke depan negara-negara Eropa menjelma ‘hutan masjid’.
Pernyataan  penulis Yahudi Jerman itu menyeruak beberapa hari sebelum peresmian sebuah masjid di kota Duisburg, barat Jerman.
“Ini adalah jalan pertama untuk menyulap Jerman menjadi hutan masjid yang besar,” komentar Giordano sembari menyerukan untuk segera menghentikan pembangunan masjid-masjid di Jerman.
Lebih jauh korban Holocaust itu meyakini bahwa masjid besar di Duisburg itu akan memberikan dampak menakutkan terhadap masyakarat Jerman, dan akan menggangu upaya asimilasi warga imigran dengan penduduk asli.
Pernyataan penulis Yahudi itu mencuat saat masjid di Duisburg itu belum menadapatkan satu pun protes atau keberatan dari masyarakat setempat, terlebih lagi delegasi-delegasi di kota itu ikut serta dalam merancang pemebanguna masjid itu.
Masjid yang akan diresmikan pada Ahad (25/10) mendatang itu dapat menampung 1.200 jamaah. Kubahnya setinggi 23 meter dan menaranya 34 meter. Selain itu, di masjid itu terdapat juga beberapa ruangan untuk pertemuan. Rencananya masjid itu tidak akan memakai pengeras suara di luar saat azan dikumandangkan.

penulis :
M. Ilyas




Hollywood Produksi Film Tentang Islam dan Rasulullah

11 11 2008

Sineas Hollywood Oscar Zoghbi akan memproduski film berjudul “The Messenger of Peace” yang menceritakan tentang kelahiran Islam dan kehidupan Rasulullah Muhammad saw. Film ini akan menampilkan kehidupan pada masa Rasulullah dan pembuatannya akan mengambil lokasi di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

“Film ini bukan film tentang perpecahan dan konflik, tapi secara menyeluruh akan fokus pada kekayaan nilai-nilai yang selama ini dikenal secara umum bagi semua Muslim, seperti rasa kasih sayang dan toleransi,” kata Zoghbi.

Ia juga menegaskan tidak akan memvisualkan sosok Rasulullah dalam filmnya dan ia menyadari sensitiftas serta tantangan dalam pembuatan film ini. Sebelum ini, Zoghbi pernah terlibat dalam pembuatan film yang bertema sama, yaitu film “The Message” yang diproduksi tahun 1976.

Film “The Message” sempat memicu kontroversi karena pemeran utamanya, Anthony Quinn diisukan memerankan tokoh Rasulullah. Isu itu tidak terbukti, karena tokoh Rasulullah dan sahabat-sahabatnya tidak ditampilkan sosoknya secara utuh menghadap kamera, tapi hanya dipedengarkan suara dialognya saja.

Produser film “The Messenger of Peace” Ramsey Thomas mengatakan, film ini akan menjadi film kedua yang dibuat oleh Barat, dengan menggunakan bahasa Inggris, yang menampilkan potret kehidupan di awal dakwah Islam. “Di abad 21, ada kebutuhan akan sebuah film yang secara emosional bisa membuat para penontonnya mengingat kembali pada perjalanan lahirnya agama Islam,” kata Thomas yang juga merangkap sebagai penulis skenario.

Hal serupa diungkapkan oleh produser eksekutif “The Messenger of Peace” Haji Subhia Abu Alheja. Ia mengatakan, selama lebih dari tiga dekade, hanya film “The Message” satu-satunya film Hollywood yang mengisahkan tentang lahirnya agama Islam.

Lebih lanjut, Thomas mengatakan film ini nantinya juga akan disulihsuarakan dengan ke dalam sejumlah bahasa, terutama bahasa Arab. Baik Thomas maupun Abu Elheja meyakini, media massa dan industri sinema bisa membantu menjembatani jurang yang dalam antara dunia Islam dan masyarakat Barat, terutama sejak peristiwa serangan 11 September di AS. (ln/mol/iol)

Sumber : http://www.eramuslim.com