Orang-orang Yang Di do’akan Oleh Para Malaikat

19 11 2008

Insya Allah berikut inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan
mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'” (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa
ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”. (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia
melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang
ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang – orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya
berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'” (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang – orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah” (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat
kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,”Sanadnya shahih”)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

—–
Sumber Tulisan Oleh :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang -orang yang Didoakan
Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir,
Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005





Bentuk Bulat Planet Bumi diterangkan dalam Al-Qur’an

18 11 2008

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

Sumber : http://www.keajaibanalquran.com





Pembagian Waris Menurut Islam

18 11 2008

PENGANTAR

MUKADIMAH

I. AYAT-AYAT WARIS

A. Penjelasan

B. Hak Waris Kaum Wanita sebelum Islam

C. Asbabun Nuzul Ayat-ayat Waris

D. Kajian terhadap Ayat-ayat Waris

II. WARIS DALAM PANDANGAN ISLAM

A. Definisi Waris

Pengertian Peninggalan

Hak-hak yang Berkaitan dengan Harta Peninggalan

B. Derajat Ahli Waris

C. Bentuk-bentuk Waris

D. Sebab-sebab Adanya Hak Waris

E. Rukun Waris

F. Syarat Waris

G. Penggugur Hak Waris

Perbedaan antara al-mahrum dan al-mahjub

Contoh Pertama

Contoh Kedua

H. Ahli Waris dari Golongan Laki-laki

I. Ahli Waris dari Golongan Wanita

III. PEMBAGIAN WARIS MENURUT AL-QUR’AN

A. Ashhabul furudh yang Berhak Mendapat Setengah

B. Ashhabul furudh yang Berhak Mendapat Seperempat

C. Ashhabul furudh yang Berhak Mendapat Seperdelapan

D. Ashhabul furudh yang Berhak Mendapat Bagian Dua per Tiga

E. Ashhabul furudh yang Berhak Mendapat Bagian Sepertiga

Masalah ‘Umariyyatan

F. Asbhabul Furudh yang Mendapat Bagian Seperenam

IV. DEFINISI ‘ASHABAH

A. Dalil Hak Waris Para ‘Ashabah

B. Macam-macam ‘Ashabah

‘Ashabah bin nafs

Hukum ‘Ashabah bin nafs

Mengapa Anak Lebih Didahulukan daripada Bapak?

‘Ashabah bi Ghairihi dan Hukumnya

Syarat-syarat ‘Ashabah bi Ghairihi

Dalil Hak Waris ‘Ashabah bi Ghairihi

Sebab Penamaan ‘Ashabah bi Ghairihi

‘Ashabah ma’al Ghair

Dalil ‘Ashabah ma’al Ghair

C. Perbedaan ‘Ashabah bil Ghair dengan ‘Ashabah ma’al Ghair

Dapatkah Seseorang Mewarisi dari Dua Arah?

V. PENGHALANG HAK WARIS (AL-HUJUB)

A. Definisi al-Hujub

B. Macam-macam al-Hujub

Ahli Waris yang Tidak Terkena Hujub Hirman

Ahli Waris yang Dapat Terkena Hujub Hirman

Saudara Laki-laki yang Berkah

Saudara Laki-laki yang Merugikan

C. Tentang Kasus Kolektif

Perbedaan Pendapat Para Fuqaha

Persyaratan Masalah Kolektif

Beberapa Kaidah Penting

VI HAK WARIS KAKEK DENGAN SAUDARA

A. Pengertian Kakek yang Sahih

B. Hukum Waris antara Kakek dengan Saudara

C. Perbedaan Pendapat Mengenai Hak Waris Kakek

D.Tentang Mazhab Jumhur

Hukum Keadaan Pertama

Makna Pembagian

Pembagian yang Lebih Menguntungkan Kakek

Pembagian dan Jumlah 1/3 yang Berimbang

Pembagian Sepertiga Lebih Menguntungkan Kakek

Hukum Keadaan Kedua

E. Bila Saudara Kandung dan Seayah Mewarisi bersama Kakek

F. Masalah al-Akdariyah

VII. MASALAH AL ‘AUL DANAR-RADD

A. Definisi al-‘Aul

B. Latar Belakang Terjadinya ‘Aul

C. Pokok Masalah yang Dapat dan Tidak Dapat Di-‘aul- kan

Pokok Masalah yang Dapat Di-‘aul-kan

Beberapa Contoh Masalah ‘Aul

D. Definisi ar-Radd

E. Syarat-syarat ar-Radd

F. Ahli Waris yang Berhak Mendapat ar-Radd

G. Ahli Waris yang Tidak Mendapat ar-Radd

H. Macam-macam ar-Radd

Hukum Keadaan Pertama

Hukum Keadaan Kedua

Hukum keadaan Ketiga

Hukum keadaan Keempat

VIII. PENGHITUNGAN DAN PENTASHIHAN

A. Tentang Tashih

Definisi Tashih

Definisi at-Tamaatsul

Definisi at-Tadaakhul

Definisi at-Tawaafuq

Definisi at-Tabaayun

B. Cara Mentashih Pokok Masalah

C. Pembagian Harta Peninggalan

Masalah Dinariyah ash-Shughra

Masalah Dinariyah al-Kubra

IX. HUKUM MUNASAKHAT

A. Definisi Munasakhat

B. Rincian Amaliah al-Munasakhat

C. At-Takharuj min at-Tarikah

Tata Cara Pelaksanaannya

X. HAK WARIS DZAWIL ARHAM

A. Definisi Dzawil Arham

B. Pendapat Beberapa Imam tentang Dzawil Arham

C. Cara Pembagian Waris Para Kerabat

1. Menurut Ahlur-Rahmi

2. Menurut Ahlut-Tanzil

3. Menurut Ahlul Qarabah

Perbedaan antara Ahlut-tanzil dengan Ahlul Qarabah

Cara Pembagian Waris Menurut Ahlul Qarabah

D. Syarat-syarat Pemberian Hak Waris bagi Dzawil Arham

XI. HAK WARIS BANCI DAN WANITA HAMIL

A. Definisi Banci

B. Perbedaan Ulama Mengenai Hak Waris Banci

C. Hukum Banci dan Cara Pembagian Warisnya

Beberapa Contoh Amaliah Hak Waris Banci

D. Definisi Hamil

E. Syarat Hak Waris Janin dalam Kandungan

F. Keadaan Janin

Keadaan Pertama

Keadaan Kedua

Keadaan Ketiga

Keadaan Keempat

Keadaan Kelima

XII HAK WARIS ORANG YANG HILANG, TENGGELAM, DAN TERTIMBUN

A. Definisi

Hukum Orang yang Hilang

B. Batas Waktu untuk Menentukan bahwa Seseorang Hilang atau Mati

C. Hak Waris Orang Hilang

D. Hak Waris Orang yang Tenggelam dan Tertimbun

Kaidah Pembagian Waris Orang yang Tenggelam dan Tertimbun





Kemana Akan Dicari Gantinya???

18 11 2008

Yaa ikhwany wa akhwaty tercinta rahimakumullah…
Tahukah engkau apakah “mutiara yang terindah” yang diberikan Allah Swt kepadamu??? Itulah “kesucian”…

Kita dilahirkan dalam keadaan suci bersih, bagai selembar kertas putih tak bernoda, dan dengan sayangnya Alah Swt berkata: Fitratallaahillatii fatarannaasa ‘alaihaa. (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. (QS. Ar Rum 30:30) Wahai hamba-hamba terkasih Allah Swt..( QS. Al Maidah 5:54).

Sang Maha pencipta kita berpesan:

Laa taqrabuz zinaa innahuu kaana faahisyah, wasaa a sabiilaa. Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang sangat buruk. (QS. Bani Israil 17:32)

Dan Nabiyallah, yang sangat menyayangi dan mencintai kita (QS. At Taubah 9:128) berkata :

Bani Adam (manusia) tidak dapat menghindar dari perbuatan (yang menghantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata adalah dengan melihat, zina telinga adalah dengan mendengar, zina lidah adalah dengan ucapan, zina tangan adalah dengan bertindak kasar, zina kaki adalah dengan berjalan. (Dalam hal ini), hati lah yang punya hajat dan cenderung (kepada perbuatan-perbuatan tersebut), dan farji (kelamin) yang menerima atau menolaknya.

Tidakkah takut diri kita ???

Sungguh!!! seluruh anggota-anggota tubuh ini akan ditanya satu-satu apa yang telah dilakukannya, dan sesungguhnya pada hari itu kelak mereka pandai berkata-kata. Sehingga kita termangu tak berdaya dibuatnya.

Al yauma nakhtimu ‘alaa afwaa hihim, watukallimunaa aydiihim, watasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun. Pada hari ini Kami tutup mulut-mulut mereka, dan berkata kepada Kami tangan-tangan mereka dan memberikan kesaksian kaki-kaki mereka terhadap apa yang mereka usahakan (dahulu). (QS. Yaasiin 36:65)

Waqaaluu lijuluudihim lima syahid tum ‘alainaa. Qaaluu an-taqanallaahul lazii an-taqa kulla syai in, wahuwa khalaqakum awwalu marrah, wailaihi turja ‘uun. Dan mereka berkata kepada kulit-kulit mereka :”Mengapa kamu menjadi saksi atas kami?” kulit mereka menjawab, “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama, dan kepada_Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Fushshilat 41:21)

Wamaa kun-tum tastatiruuna an-yasyhada ‘alaikum sam ‘ukum walaa absaarukum, walaa juluudukum walaakin-zanan-tum annallaaha laa ya’lamu kasiiran-mimmaa ta’maluun. Dan tidaklah kamu dapat bersembunyi dari persaksian pendengaranmu, penglihatanmu dan kulit-kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira bahwasanya Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Fushshilat 41:22).

Dunia ini telah sangat sarat dengan keduniawiannya, sungguh jika kita tiada hati-hati menyikapinya, mudah saja kita jatuh dalam arti kehilangan fitrah sebagaimana mestinya…

Karena itu, Ku mohon padamu…(kita semua…) Tolong dijaga “mutiara terindahmu” wahai akhi…, Tolong dijaga “mutiara terindahmu” duhai ukhty…, Jangan nodai dia!!! Demi Allah, sungguh !!! diri kita sendiri yang akan histeris jika mendapati kesucian itu hilang, terbang bagai angin… Kemana Akan Dicari Gantinya???…

Tak merasa perihkah kita? (jika kita dapati jasad yang mulanya jijik, dan dimuliakan_Nya, kemudian kita kotori kembali???) Tidakkah kita sadari siapa kita ini sebenarnya dan dari apa asal kita ?

Huwal lazii khalaqakum min-turaabin, summa min nutfatin, summa min ‘alaqatin, summa yukhrijukum tiflan, summa litablughuu asyuddakum, summa litakuunuu syuyuukhaan, wamin-kum man-yutawaffaa min-qablu, walitablughuu ajalaan-musamman, wala ‘allaqum ta’qiluun. Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian Dia mengeluarkan kamu sebagai anak kecil, kemudian dibiarkan hidup supaya kamu sampai pada masa dewasa, kemudian (dibiarkan) hidup supaya kamu menjadi tua. Dan diantara kamu ada orang yang diwafatkan sebelum itu, dan kamu dibiarkan hidup supaya kamu sampai pada waktu yang telah ditentukan, dan supaya kamu mengerti. (QS. Al Mu?min 40:67).

Jika mutiara berharga itu telah sirna… Mampukah lagi diri ini menatap dunia?, Mampukah lagi kita berdiri, bangkit dan bangun membawa “jiwa dan raga” yang telah berganti tak ubahnya najis yang ditakuti semua insan dunia ini???

Nun disekitar kita…, sekarang, kemarin dan jaman dahulu kala, masih ada saja yang “khilaf akan dirinya”. Sungguh sangat disayang, seribu kali sayang. Tidakkah terbayang murkanya Allah akan perbuatan tersebut???.

Azzaaniyatu wazzaanii fajliduu kulla waahidin-minhumaa mi ata jaldah, walaa ta’khuzkum bihimaa ra’fatun-fii diinillaahi in-kun-tum tu’minuuna billaahi walyaumil aakhir, walyasyhad ‘azaabahumaa thaa ifatum minal mu’miniin. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus (kali) dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman keduanya itu disaksikan oleh segolongan orang-orang yang beriman. (QS. An Nur 24:2)

Dan Rasulullah berkata tegas :

Dari ‘Ubadah bin Shamid r.a., katanya Rasulullah Saw bersabda :”Laksanakanlah hukumku! Laksanakanlah hukumku! Sesungguhnya Allah telah menetapkan hukum bagi mereka yang berzina. Apabila bujang dan gadis (sama-sama belum kawin), hukumannya dera 100 kali dan penjara satu tahun. Apabila janda dan duda (sama-sama sudah kawin) yang berzina, hukumannya dera seratus kali dan rajam sampai mati.

Tetapi tidaklah di negeri dan bangsa ini (Indonesia). Yang kita dapati bukanlah “pelaksanaan Hukuman Allah yang sedemikian tegas dan jelas itu”. Padahal umat islamnya sendiri mengaku mencintai Tuhan dan Nabinya. Jadi, mana bukti cintamu ???:

Suuratun an-zalnaahaa wafaradnaahaa wa anzalnaa fiihaa aayaatin-bayyinaatin-la ‘allakum tazakkaruun. Ini adalah suatu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada didalamnya), dan Kami turunkan didalamnya ayat-ayat yang jelas, supaya kamu memperhatikan. (QS. An Nur 24:1)

Dengan gampangnya diantara kita menikahkan saja mereka-mereka yang berzina, dan hamil, Untuk menutupi aib yang diperbuatnya. astafirughlaahul aziim. (Ya Allah..apakah jasad itu tiada punya rasa malu?, apakah batinnya tidak menjerit?) padahal keduanya mengaku beriman kepada_MU dan Rasul_MU.

Sungguh tidak akan pernah terjadi perkawinan tersebut (dengan kata lain) tidaklah syah.

Sebagaimana firman_Nya: Laa ta’zimuu ‘uqdatan-nikaahi hattaa yablughal kitaabu ajalah. Janganlah kamu bertetap hati untuk berakad nikah, sebelum habis masa iddahnya. (QS. Al Baqarah 2:235)

Uu laatul ahmaali ajaluhunna an-yada’na hamlahunna. Wanita yang mengandung, masa iddahnya ialah setelah melahirkan kandungannya. (QS. At Thalaq 65:4)

Sebagai renungan pada diri kita, di zaman Rasulullah ketika itu betapa sangat mengerikan pelaksanaan hukuman zina. Padahal sang kekasih Allah itu sangat penyayang dan pengasih orangnya. Beliau sendiri hampir tak percaya ada umatnya yang masih bisa berbuat nista sedemikian rupa.

Dari Sulaiman bin Buraidah r.a., dari bapaknya, katanya: “Pada suatu ketika, Ma’iz bin Malik datang kepada Nabi Saw, lalu dia berkata kepada beliau, “Ya Rasulullah! Sucikanlah aku!” Jawab Rasulullah Saw, “Amboi, kasihan! Pulanglah, minta ampun kepada Allah dan tobatlah kepada_Nya.” Ma?iz pergi, tetapi belum begitu jauh dia kembali lagi seraya berkata, “Ya Rasulullah! Sucikanlah aku!” Jawab Rasulullah Saw, “Amboi, kasihan! Pulanglah, minta ampun kepada Allah dan tobatlah kepada_Nya!” Dan hal itu berulang sampai 4 kali. Pada kali yang keempat Rasulullah Saw bertanya, “Dari hal apakah engkau harus kusucikan?” Jawab Ma’iz, “Dari dosa berzina.” Rasulullah Saw bertanya kepada para sahabat yang ada di sekitarnya ketika itu, “Apakah si Ma?iz ini mengidap penyakit gila?” Jawab para sahabat, “Tidak, ya Rasulullah! Dia tidak gila!” Tanya Nabi Saw berikutnya, “Apakah dia baru habis minum khamar?” Seorang sahabat berdiri, lalu membaui Ma’iz, tetapi tidak mencium bau khamar di mulut Ma’iz. Maka bertanya Rasulullah Saw, kepada Ma’iz, “Betulkah engkau berzina?” Jawab Ma?iz, “Benar ya Rasulullah!” Rasulullah memerintahkan supaya dilaksanakan hukuman rajam terhadap Ma’iz, lalu dia dirajam. Terdapat dua pendapat dalam masalah ini. Yang pertama mengatakan bahwa Ma’iz tewas, dan dosanya terhapus karena hukuman yang dijalaninya secara ikhlas. Yang kedua mengatakan, bahwa Ma’iz tobat sebenar-benar tobat. Tiada tobat yang melebihi tobat Ma’iz. Dia datang menghadap Nabi Saw, lalu diletakkannya tangannya di tangan Nabi, kemudian dia berkata, ?Ya Rasulullah! Hukum matilah aku dengan batu! (rajamlah aku)!” Mereka senantiasa dalam perbedaan pendapat seperti itu selama 2/3 hari. Kemudian Rasulullah Saw datang. Setelah memberi salam, lalu beliau duduk bersama-sama dengan mereka. Maka bersabda Rasulullah Saw, “Mintakanlah ampun bagi Ma’iz bin Malik.” Lalu mereka memohon semuanya “Semoga Allah mengampuni Ma’iz bin Malik” Rasulullah Saw bersabda: “Ma’iz betul-betul telah tobat dengan sempurna tobat. Seandainya tobat Ma’iz dapat dibagi di antara satu kaum, pasti mencukupi untuk mereka semua.”

Dari ‘Imran bin Hushain r.a., katanya: “Seorang perempuan dari suku Juhainah datang menghadap kepada Nabi Saw. Padahal dia sedang hamil akibat melakukan zina. Lalu katanya, “Ya, Nabiyallah! Aku telah melanggar hukum; maka tegakkanlah hukum itu atas diriku!” Karena itu Rasulullah Saw memanggil wali perempuan itu, lalu beliau bersabda kepadanya, “Rawatlah perempuan ini sebaik-baiknya. Apabila dia telah melahirkan (dan kondisinya telah baik serta anaknya ada yang menyusukan/merawat) bawalah dia ke hadapanku!” Perintah Nabi Saw itu dijalankan oleh walinya sesuai dengan yang diperintahkan beliau. Setelah perempuan itu melahirkan, maka dia dihadapkan kepada Rasulullah Saw. Lalu pakaiannya dieratkan (supaya auratnya jangan terbuka ketika pelaksanaan hukuman). Kemudian Nabi Saw memerintahkan supaya dia dihukum rajam, lalu ia dirajam. Setelah dia tewas, Nabi Saw melakukan shalat jenazah baginya. Maka bertanya ‘Umar kepada beliau, “Perlukah dia dishalatkan, ya Nabiyallah? Bukankah dia berzina?” Jawab beliau, “Dia telah tobat sebenar-benarnya tobat. Andaikata tobatnya itu dibagi kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, pasti cukup bagi mereka. Manakah lagi tobat yang lebih utama daripada menyerahkan nyawa kepada Allah Ta?ala secara ikhlas??

Dan jikalau setelah pelaksanaan hukuman tersebut, Allah Swt (Sang Maha Penerima Tobat, Sang Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba_Nya) masih mengizinkan si pezina dan pasangan zinanya hidup)…

Diberikannya keputusan yang sangat adil..Yach… Dialah hakim yang Seadil-adilnya..

Azzaanii laa yan-kihu illaa zaaniyatan au musyrikah, wazzaaniyatu laayan-kihuhaa illaa zaanin au musyrik, wahurrima zaalika ‘alal mu?miniin. Laki-laki yang berzina tidak akan mengawini melainkan dengan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik. Dan perempuan yang berzina tidak akan mengawininya melainkan dengan laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin. (QS. An Nur 24:3)

Namun bisakah ?hukum Allah yang telah jelas dan tegas itu dijalankan?? Jika tidak, kenapa diantara kita masih saja bisa menatap dunia dengan segala kenistaan yang kita perbuat, kenapa kita tega menzalimi diri kita sendiri??? Kenapa bisa???!!!

Karena itu…sayangilah dirimu wahai sahabatku…, Karena sungguh !!! Dimana jiwa ini berada dalam genggaman_NYA. Kita tak punya apa-apa atas diri kita, … Sungguh !!! kita ini binasa dan akan sirna bagai fatamorgana… Apa yang ada pada kita, hanyalah titipan… Semua akan diminta_NYA kembali… Karena itu, sungguh tak pantas diri kita berbuat “keburukan” walau hanya setitik embun yang kita kira akan lesap, kering terkena sinar matahari…

Allah sangat mencintai kita…, bisakah kita mencintai_Nya??? Mencintai_Nya dengan menjaga baik-baik jasad yang satu-satunya ini. Dan Rasul sangat menyayangi kita, jangan biarkan matanya mengabut dan berlinang? Cinta perlu pengorbanan wahai hamba terkasih Allah… Engkau hanya dimintanya menjaga dirimu…, bersyukurlah…

Waka ayyin-min-qaryatin ‘atat ‘an amri rabbihaa warusulihii fahaa sabnaa haa hisaaban syadiidaa, wa ‘azzabnaahaa ‘azaban nukraan. Berapa banyak dari (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhannya dan rasul-rasul_Nya, maka Kami perhitungkan dengan perhitungan yang keras, dan Kami mengazabnya dengan azab yang mengerikan. (QS. At Thalaq 65:8)

“Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling memutuskan hubungan dan janganlah sebagian kamu menyerobot transaksi sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (tidak memberikan pertolongan kepadanya), mendustainya dan tidak boleh menghinakannya. Taqwa itu berada di sini, beliau menunjuk dadanya tiga kali. Cukuplah seorang (muslim) dianggap (melakukan) kejahatan karena melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya”. (HR. Muslim dan Ibnu Majah)





Ramadhan dan Derita Rakyat Palestina

17 11 2008

Pernahkah kita mendengar dan memperhatikan kondisi kaum muslimin, umat nabi Muhammad saw di negeri para nabi, negeri Palestina, khususnya di Gaza pada bulan Ramadhan tahun ini?

Mungkin karena kesibukan, masalah Palestina menjadi sesuatu yang terlewatkan dalam memori kita, sehingga penderitaan rakyat Palestina menjadi penderitaan yang terus menghimpit kehidupannya, mereka menjadi merana dan sengsara di tengah kebahagian saudaranya di negeri lainnya.

Saat ini, ada dua penderitaan yang sedang dihadapi rakyat Palestina akibat penjajahan yang dilakukan Zionis Israel.

Pertama, penderitaan karena sulitnya mendapatkan kebutuhan pokok, makanan yang akan dikonsumsi, susu untuk bayi, serta sulitnya mendapatkan obat-obatan.

Sulitnya mendapatkan makanan, obat-obatan dan susu untuk bayi diakibatkan blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel sudah
berlangsung 2 tahun hingga saat ini.

Sungguh ini merupakan kejahatan kemanusiaan di abad modern yang dipertontonkan secara vulgar kepada masyarakat dunia, khususnya umat Islam.

Apabila blokade yang diberlakukan Zionis Israel terhadap wilayah Gaza terus diterapkan dan masyarakat dunia, khususnya umat Islam diam seribu bahasa, memeluk dengkul, bertopang dagu, tidak ada upaya untuk menolak blokade tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusiaan bagi 1, 5 juta penduduk Gaza.

Kedua, penderitaan karena tidak dapat mengekspresikan nilai-nilai keimanan dalam bentuk beribadah kepada Allah.

Seperti tahun-tahun yang lalu, kaum muslimin di Tepi Barat, khususnya di kota suci Al-Quds, yang berusia di bawah 45 tahun tidak diperkenankan Zionis Israel untuk beribadah di masjid al-Aqsha.

Setiap jama’ah yang akan masuk masjid al-Aqsha ditatap dengan tatapan yang sinis dan penuh curiga, digeladah, ditanya identitasnya, jika terbukti usianya di bawah 45 tahun, maka akan diusir, tidak boleh memasuki masjid yang merupakan kiblat umat Islam pertama.

Sehingga, tidak sedikit para pemuda yang ingin mendulang pahala di bulan Ramdhan, rindu terhadap masjid al-Aqsha dan ingin i’tikaf di dalamnya, hanya dapat melihat keindahan dan kemuliaan al-Aqsha dari jauh, dan pelaksanaan shalat hanya dapat dilakukan di luar kompleks masjid al-Aqsha.

Perbuatan zalim Zionis Israel yang melarang kaum muslimin berkunjung ke masjid al-Aqsha, shalat dan i’tikaf di dalamnya, jelas merupakan kezaliman dan harus segera dihentikan!

Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim. (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.(QS: Huud/11: 18-19).

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.(QS: An-Nahl/ 16:88).

Perbuatan melarang seseorang atau sekelompok orang untuk beribadah menurut keyakinan agamanya di tempat ibadahnya adalah perbuatan yang jelas-jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi kenapa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diam?, mereka yang selalu berkoar-koar sebagai pendekar HAM juga diam? Inilah standar ganda yang mereka mainkan!

Rakyat di Jalur Gaza yang akan melaksanakan umroh di bulan Ramadhan tahun ini juga dipersulit, sebanyak 2.200 orang telah mengajukan permohonan umrah Ramadhan ke tanah suci Mekah dan ingin i’tikaf
di masjid al-Haram. Namun hanya 600 orang yang berangkat dengan bekal pasport, visa dan tiket kendaraan. Selebihnya masih berjuang agar tercapai cita-citanya beribadah di Baitullah.

Kenapa umat Islam tidak berupaya membantu, menolong saudaranya yang sedang susah dan sengsara di Palestina khususnya di Gaza? Bukankah mereka umat nabi Muhammad saw?

Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pembinaan, pada bulan ini kita dilatih untuk peduli terhadap mereka yang sedang kesusahan, dan kita disuruh untuk meringankan bebannya. Semoga amal ibadah kita pada Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun yang lalu.

Serdadu Zionis Israel tiada henti melakukan aksi bersenjata terhadap rakyat Palestian. Meskipun sudah sepakat melakukan gencatan senjata. Nyatanya Israel terus melakukan operasi militer di wilayah Palestina.

Seperti di Gaza dan Tepi Barat. Di tengah bulan ramadhan ini pun tentara penjajah Zionis Israel melakukan operasi militer. Sehingga mengakibatkan jatuhnya korban rakyat sipil. Langkah ini menunjukkan betapa biadabnya penjajah, yang terus membuat langkah-langkah yang amat berbahaya bagi keamanan rakyat Palestina.

Kini, Israel akan dipimpin seorang perempuan yang mantan anggota badan intelejen Israel Mossad, Tzipi Livni. Livni terpilih menjadi ketua Partai Kadima, yang didirikan oleh Ariel Sharon, yang sudah tiga tahun ini mengalami koma.

Bagaimana kebijakan Livni terhadap rakyat Palestina? Israel tak pernah memberikan kesempatan bagi rakyat Palestina merdeka. Karena mereka ingin tetap menjajah secara permanen. Berbagai langkah-langkah negosiasi yang dilakukan sejak dulu sampai hari tak menghasilkan apa-apa. Sudah berapa ratus kali perundingan. Tak satupun hasil yang memberikan arah bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Semuanya hanyalah bersifat ‘diplomasi’ kosong, yang tak memberikan apa-apa bagi masa depan rakyat Palestina.

Kini, posisi rakyat Palestina tidak lagi seperti dulu. Mereka sudah lebih kuat. Mereka memiliki leverage (daya tawar), yang cukup kuat dalam menghadapi Israel. Mereka bisa membuat senjata sendiri. Mereka memiliki pasukan yang terlatih. Mereka memiliki pemerintahan di Gaza yang efektif. Tak tergantung dengan bantuan asing. Ismail Haniyah berhasil mengatasi situasi yang sangat rumit dan komplek. Sehingga, Israel tidak berani melakukan manuver yang membahayakan bagi masa depan rakyat Palestina. Impian tentang ‘Israel Raya’ sudah tamat. Tak ada lagi ambisi yang dapat memuaskan Israel, yang akan membawa negeri Zionis itu menjadi kekuatan di Timur Tengah. Hal itu seperti dikemukakan Perdana Menteri Olmert. “Impian Israel Raya itu sudah tidak ada lagi”, ujar Olmert. Inilah realitas baru di Timur Tengah. Khususnya di Palestina.

Jangan lupakan saudara kita di Palestina walaupun hanya dengan seuntai do’a!

Ferry Nur, Sekjen KISPA

Email: ferryn2006@yahoo.co.id

Website: www.kispa.org





Dengan Berjamaah Umat Islam Dunia Bisa Rebut kembali Masjid Al Aqsa

16 11 2008

Para ulama yang hadir dalam Konferensi Internasional Al Aqsa di Jakarta, Kamis [21/08] , kembali menyerukan umat Islam di dunia supaya mengerahkan seluruh kekuatan guna membebaskan Masjid Al Aqsa dari kekuasaan Israel.

Mereka juga mengimbau umat Islam di dunia untuk bersatu karena sejarah membuktikan bahwa hanya dengan berjamaah umat Islam dapat mengembalikan Masjid Al Aqsa ke pangkuan Islam.

“Hanya dengan berjamaah umat Islam dapat merebut kembali Masjid Al Aqsa dari musuh-musuhnya sebagaimana telah terbukti pada masa Umar bin Khatab dan Sultan Salahuddin Al Ayyubi,” kata Direktur Pesantren al-Fatah al-Islamy Yakhsallah Manshur.

Terkait dengan hal itu Presiden Sekretariat Himpunan Ulama’ Asia Tenggara Abd. hani Samsudin menjelaskan, langkah awal yang bisa dilakukan untuk menggalang kekuatan umat Islam adalah dengan melakukan kampanye untuk menyadarkan umat akan pentingnya Baitul Maqdis dan Palestina dalam sejarah Islam. “Baitul Maqdis dan Palestina bermakna dan punya kaitan panjang dengan sejarah Islam. Baitul Maqdis merupakan tempat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimana Nabi Muhammad SAW menjadi tetamu Allah,” katanya.

Selaras dengan itu, ia melanjutkan, harus diupayakan agar Al Aqsa bisa menjadi masalah yang mendapatkan perhatian besar dari masyarakat antarbangsa sehingga bisa menjadi instrumen untuk menekan Israel supaya mematuhi keputusan resmi badan-badan internasional seperti PBB terkait masalah itu.

Kalaupun tidak bisa secara langsung ikut serta dalam usaha pembebaskan Al Aqsa dari Israel, kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N Mehdawi, setidaknya umat Islam bisa memberikan bantuan dengan dana dan doa. “Setidaknya kita bisa memakmurkan Al Aqsa dengan membaca doa-doa setelah sholat lima waktu,” katanya.

Sejak Israel menaklukkan dan selanjutnya menjajah Jerusalem Timur tahun 1967 hingga saat ini, Masjid Al Aqsa dan Baitul Maqdis berada di bawah kekuasaan Yahudi-Israel.

Akibatnya masyarakat muslim Palestina dan antarbangsa di dunia tidak bisa lagi secara bebas mengunjungi masjid tersebut. Selama berada di bawah kekuasaan Israel, berbagai hal menimpa masjid tersebut.

Tahun 1967 hingga penghujung 1968, kata Samsudin, Israel menggali bagian bawah dinding bagian selatan Masjid. Kegiatan penggalian dan pembuatan terowongan di bawah dan di sekitar bangunan masjid kembali dilakukan pada 1970-1973, 1996 dan 2007 lalu. Masjid itu, katanya, juga pernah diserang dan dibakar hingga rusak berat pada 1969 dan dibom oleh tentara zionis sampai rusak hingga ke bagian dalamnya. ( ant )





Penjara Terbesar di Dunia

15 11 2008

Masjid Al-Aqso

Tantangan kemanusiaan terbesar abad ini adalah membebaskan rakyat Palestina dari belenggu penjajahan dan perbudakan yang dilakukan Zionis-Israel. Rejim Zionis itu menciptakan penjara besar yang menyebabkan hampir 2 juta penduduk di Gaza, praktis seperti hidup dalam penjara. Mereka lumpuh secara total. Mereka hampir tidak dapat melakukan aktivitas apa-apa.Akibat blokade yang dilakukan rejim Zionis.

Lebih tragis lagi bagi rakyat Palestina,negara tetangganya yang sama-sama muslim, dan berhadapan langsung, tak mau membuka akses keluar, karena terikat perjanjian dengan Israel. Mesir menutup perbatasannya. Inilah sebuah bangsa yang dibiarkan oleh masyarakat internasional, mati secara perlahan-lahan, akibat politik isolasi rejim Zionis, dan masyarakat internasional, tak satupun yang membelanya.

Afrika Selatan, yang mengalami perbudakan dan penjajahan, dan politik apartheid, yang dilakukan para penjajah kulit putih, selama puluhan tahun, akhirnya merdeka. Mereka bebas, dan menikmati kemerdekaan. Solidaritas masyarakat internasional yang kuat, secara bersama-sama membebaskan mereka dari penjajahan kaum kulit putih.

Tokoh utamanya Nelson Mandela, yang dipenjarakan, disebuah pulau, dibebaskan dan terpilih menjadi presiden pertama Afrika Selatan. Sampai sekarang Nelson Mandela, masih mendapatkan penghormatan. Dalam kaitannya Afrika Selatan, masyarakat internasioanal, dan lembaga-lembaga multilateral,seperti PBB, ikut terlibat dalam pembebasan Afrika Selatan. Di mana selama puluhan tahun, di masa penjajahan itu, berlangsung politik apartheid dan segregasi. Apartheid, tak lain adalah supreme kulit putih terhadap kulit hitam dalam seluruh lapangan kehidupan. Bukan hanya itu. Pandangan, yang sangat patologis, terhadap masyarakat kulit hitam yang dipandang hina, tidak bermartabat, dan tidak memiliki kesejajaran dengan kelompok masyarakat kulit putih. Karena itu, lahir politik segregasi (pemisahan), di kantor, di hotel, di pasar-pasar, di bus-bus dan tempat umum lainnya, tidak boleh bercampur orang-orang kulit hitam dengan kulit putih. Penolakan manusia atas manusia, yang sebenarnya tak layak. Tapi, hal ini terjadi di Afrika Selatan.

Apartheid dan segregasi yang berlangsung puluhan tahun telah berakhir. Inilah sebuah era baru dalam kehidupan masyarakat internasional, di mana tidak ada lagi apartheid dan segregasi sesama kelompok masyarakat. Antara kelompok masyarakat hitam dan putih, sekarang memiliki ‘equality’ (persamaan), tak ada lagi perbedaan berdasarkan warna kulit. Meskipun, sisa-sisa dan pengaruh masa penjajahan yang dilakukan kelompok kulit putih belum terhapus, khususnya secara psyochologis, dikalangan masyarakat kulit hitam di Afrika Selatan. Orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan, sekarang memerintah secara bebas negaranya, tak ada lagi restriksi (pembatasan) terhadap mereka. Afrika mengalami perkembangan dalam beberapa tahun ini, bahkan di Afrika Selatan, transformasi politik telah terjadi kepemimpinan. Nelson Mandela sebagai generasi pertama telah beralih kepada yang baru Tambo Beki. Negara yang menghasilkan intan terbesar di dunia ini, terus berkembang,di tengah-tengah masyarakt internasioinal.

Membandingkan Afrika Selatan dengan Palestina sangatlah paradok. Palestina mengalami proses penjajahan secara permanent, yang sampai hari ini masih terus menderita yang amat luar biasa. Jika Afrika Selatan dibela oleh masyarakat internasional agar mereka bebas dari penjajahan dan perbudakan penjajah kulit putih, sebaliknya rakyat Palestina rasanya dibiarkan, tidak ada yang membela secara sungguh-sungguh, dan kesannya mendukung langkah-langkah yang dilakukan rejim Zionis-Israel dan negara-negara Barat, yang menyudutkan mereka sebagai kelompok teroris. Padahal, setiap hari yang mati adalah rakyat Palestina, yang dibunuh oleh tentara Zionis-Israel. Tapi, mengapa yang dituduh melakukan tindak kekerasan adalah rakyat Palestina? Berapa banyak jumlah rakyat Palestina yang telah dibunuah oleh rejim Zionis-Israel,sejak lahirnya negara Zionis itu?

Para pemimpin Palestina telah mengikuti kehendak masyarakat internasional, bahkan keinginan Israel, tapi sampai hari ini, tak ada aspirasi rakyat Palestina, yang mendapatkan tanggapan yang positip dari masyarakat internasioal dan Israel. Ketika, Presiden Palestina, Yaser Arafat, melalui perjanjian Oslo, tahun l992, di mana Arafat bersedia mengubah seluruh strategi perjuangannya, seperti mengakui Israel, dan mengakhiri perjuangan bersenjata, dan mengganti  dengan perjuangan politik. Tapi, semua itu berakhir dengan matinya Arafat yang diracun Israel. Sampai hari terakhir kepemiminan Arafat, tak ada tanda-tanda negara Palestina terwujud. Justru semakin jauh, dari keinginan rakyat Palestina. Dan, rejim Zionis-Israel, semakin agresif,melakukan invasi militer ke wilayah Palestina, yang bertujuan menghancurkan basis-basis perjuangan rakyat Palestina.

Ketika, kelompok Hamas, berhasil mengalahkan al-Fatah di Palestina,melalui sebuah proses demokrasi, pemilu, yang harus merelakan al-Fatah, menyerahkan kekuasaan kepada Hamas, justru masyarakat internasional yang didorong Zionis-Israel, mengucilkan rakyat Palestina. Tindakan yang sangat tidak adil, dan sangat meyakitkan bagi rakyat Palestina.Di mana rakyat Palestina, yang sudah mengikuti kehendak masyarakat internasional, justru sekarang ini dikucilkan, diembargo secara total. Tentu,yang paling menyakitkan Hamas dituduh kelompok teroris, padahal, yang lebih banyak membunuh adalah Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina.

Proses politik masyarakat internasional yang dibelakangnya adalah Zionis-Israel, terus memojokkan Hamas dan rakyat Palestina. Apalagi, sesudah Hamas mengambil alih seluruh Gaza dari al-Fatah, tekanan yang lebih hebat dilakukan. Bagaimana rakyat Palestina sekarang ini, hanya mengandalkan hidupnya melalui torowongan yang dibangun, agar mendapatkan akses keluar? Tentu, yang lebih dahsyat lagi, torowongan yang digali itu dihancurkan oleh Israel dan Mesir. Dan, negara-negara tetangganya seperti Mesir dan Yordan, tak mau membantu Hamas, dan justru menyudutkannya. Negara-negara Arab justru  dijadikan alat oleh Israel untuk mengeleminir Hamas sebagai kekukatan politik di Palestina, dan menaikakan kelompok al-Fatah yang sudah lumpuh secara politiik dan militer.

Mereka ingin melucuti kekuatan Hamas, yang merupakan kekuatan perjuangan rakyat Palestina yang riil dan mandiri, yang tidak didekte oleh kepentingan manapun, khususnya dalam memperjuangkan terwujudnya negara Palestina yang merdeka. Berbagai upaya yang sudah dilakukan berbagai negara, seperti Mesir,Saudi, termasuk usaha-usaha yang dilakukan melalui berbagi konfrensi, tak menunjukkan upaya-upaya yang konkrit, membela rakyat Palestina, yang sekarang diembargo oleh Zionis-Israel. Justru, usaha-usaha yang dilakukan berbagai organisasi termasuk berbagai negara, justru ingin memposisikan pemimpin al-Fatah,Presiden Mahmud Abbas, yang sudah kehilangan kredibilitasnya, sebagai tokoh utama dalam perjuangan Palestina.  Mahmud Abbas adalah tokoh  yang  mendapatkan kepercayaan, dan menjadi boneka  Zionis-Israel, Amerika, dan negara-negara Arab.

Mestinya, seluruh kekuatan dunia sekarang ini, secara bersama-sama membebaskan rakyat Palestina dari penjajahan dan perbudakan oleh Zionis-Israel.  Afrika Selatan dapat mendapatkan kemerdekaan. Mengapa masyarakat internasional membiarkan Zionis-Israel terus menerus secara permanent menjajah dan memperbudak rakyat Palestina? Wallahu ‘alam.

Sumber : http://www.eramuslim.com